Himpunan Mahasiswa Agroteknologi Kembangkan Pembibitan Tanaman

Uncategorized
Mahasiswa sedang mengikuti praktek sambung batang
Mahasiswa sedang mengikuti praktek sambung batang

Kegiatan pembibitan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan skill mahasiswa Prodi Agroteknologi dalam bidang perbanyakan tanaman. Dengan program ini, lulusan Agroteknologi UNIDA Gontor diharapkan memiliki daya saing tinggi dan mampu meningkatkan produktivitasnya di dunia kerja dan dunia usaha.

Sementara itu, salah satu program perbanyakan tanaman yang dilakukan adalah perbanyakan secara vegetative, yaitu perkembangbiakan tanaman dengan menggunakan bagian-bagian tanaman seperti batang, cabang, ranting, pucuk daun, umbi dan akar, untuk menghasilkan tanaman yang baru, yang sama dengan induknya.

Salah satu teknik perbanyakan tanaman yang dikembangkan adalah teknik okulasi atau budding dengan jalan menggabungkan dua tanaman atau lebih. Penggabungan dilakukan dengan cara mengambil mata tunas dari cabang pohon induk, lalu dimasukkan atau ditempelkan di bagian batang bawah yang sebagian kulitnya telah dikelupas membentuk huruf T tegak, T terbalik, H, U tegak, atau U terbalik. Tempelan kedua tanaman tersebut diikat selama beberapa waktu sampai kedua bagian tanaman bergabung menjadi satu tanaman baru. Penyatuan kedua tanaman ini terjadi setelah tumbuh kalus dari kedua tanaman tersebut. Akibat pertumbuhan kalus ini akan terjadi perekatan atau penyambungan yang kuat. Contoh tanaman yang dapat diperbanyak dengan teknik okulasi yaitu : mangga (Mangifera indica), rambutan (Nephelium lappaceum), sirsak (Annona muricata), alpukat (Persea americana), dan jeruk (Citrus sp.).

Dan untuk menambah wawasan terkait permasalahan di atas, mahasiswa Prodi Agroteknologi yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Agroteknologi berkesemapatan melakukan study banding sekaligus praktik okulasi tanaman jeruk di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan buah sub Tropika (Balitjisru) Malang. Selain itu mereka juga melaksanakan pelatihan perbanyakan tanaman dengan teknik sisip samping atau side grafting di beberapa pengusaha pembibitan tanamana buah yang ada di wilayah Ponorogo.

Saat ini Himpunan Mahasiswa Agroteknologi sudah memiliki beberapa pohon induk dan bibit tanaman buah unggul, yaitu Jambu Madu Deli, Jambu Citra, Jambu Kristal, Kelengkeng NewKristal, Sawo, Alpukat Aligator, Alpukat Jumbo, dll. Dalam mengembangakan pembibitan tanaman buah ini kedepannya mereka berencana untuk menambah koleksi jenis tanaman buah yang sedang ramai dipasaran dan dan melakukan kerjasama dengan pembibit tanaman buah  yang ada di Ponorogo.(KhQ/HMP)

Mahasiswa Agroteknologi UNIDA Gontor Berpartisipasi dalam Grand Finalis LKTIN Biologycal Control Day

Uncategorized
Tim Agroteknologi presentasi didepan panelis
Tim Agroteknologi presentasi didepan panelis

Mahasiswa Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi  berhasil meraih posisi ke 4 dalam Grand Final Lomba Karya Tulis Nasional Biological Control Day.  Acara yang mengambil tema “Inovasi Teknologi Pengelolaan Organisme Pengganggu Tumbuhan Untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan” tersebut digelar oleh Ikatan Mahasiswa Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Jember, Jum’at 27/11/15.

Program Studi Agroteknologi UNIDA Gontor dalam hal ini diwakili Kholqin Jadid, Andi Ahmad Abdul Aziz, dan Nur Alam mempresentasikan karya ilimiah dengan judul “Pemanfaatan Seresah Daun Bambu (Dendrocalamus sasper)sebagai Bioherbisida Pengendali Gulma yang Ramah Lingkungan”.

Presentasi karya ilmiah dilaksanakan di Hall Fakultas Pertanian Universitas Jember, dengan dewan Juri Prof. Dr. Ir Endang Tri Budi (ahli Ilmu Penyakit) , Prof.Dr.Ir Suharto , MS (Ahli Ilmu Hama) dan Dr. Ir. Suhartiningsih , MS (Ahli Mikologi) ketiganya merupakan pengajar di Fakultas Pertanian Universitas Jember. Kholqin sebagai pemakalah dapat mepresentasikan karya ilmiah dengan cukup bagus. Pertanyaan ketiga dewan juri dapat dijawab dengan baik dan mengaku cukup puas dengan penampilan timnya.  Ustadzah Lutfy Ditya “sebagai pembimbing karya ilmiah mengaku bahwa karya mahasiswanya ini hanyalah sebagai pembuka, karena dari tema yang diambil kali ini memunculkan penelitian-penelitian berikutnya sehingga akan saling melengkapi terhadap karya pertama ini”.

Pengumuman pemenang LKTIN dilaksanakan Sabtu 28/11/15. Menurut ketua IMHPT, Iqbal Abripaya ,” acara LKTIN ini merupakan rangkaian dari acara Dies Natalis 32 Ikatan Mahasiswa Hama Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Jember, setelah sebelumnya dilakasanakan Temu Akrab Anggota IMHPT dan akan ditutup dengan Kuliah umum tentang biopetisida”.

Mengucapkan selamat atas dicapainya prestasi yang telah dicapai oleh kontingen mahasiswa Agroteknologi dalam ajang Biology Control Day kali ini, semoga kedepan dapat lebih jauh berprestasi kembali sebagai khidmat kita bagi umat, nusa dan bangsa. (LDC)

Green House for Teaching and Learning

Uncategorized
Pembuatan Kerangka Hidroponik untuk ditempatkan dalam Green House
Pembuatan Kerangka Hidroponik untuk ditempatkan dalam Green House

Ponorogo,- Prodi Agroteknologi sedang melakukan pembanguan sebuah greenhouse di kebun percobaan Agroteknologi Universitas Darussalam Gontor. Greenhouse merupakan sebuah bangunan yang difungsikan untuk memanipulasi lingkungan supaya tercipta kondisi lingkungan yang dikehendaki dalam pemeliharaan tanaman. Greenhouse selain memeberikan kondisi mikroklimat yang sesuai dengan kebutuhan tanaman budidaya, juga memberikan perlindungan pada tanamana terhadap serangan hama penyakit. Berdirinya greenhouse diharapakan dapat mendukung kegiatan penelitian dosen dan mahasiswa Prodi Agroteknologi.

Jenis greenhouse yang didirikan yaitu greenhouse dengan kerangka baja ringan. Pemilihan baja ringan sebagai rangka atap dan tiang greenhouse karena baja ringan tidak mudah berkarat dan bobotnya ringan, serta mudah pengerjaannya. Struktur baja ringan yang baik dan kuat dapat mengurangi frekuensi perawatan sehingga penggunaanya dapat dilakukan secara optimal.

Tipe piggy back merupakan salah satu tipe green house yang akan digunakan. Tipe piggy back bisa disebut sebagai tropical greenhouse. Ponorogo memiliki mikroklimat yang sangat panas, sehingga tipe piggy back sangat cocok didirikan di kebun percobaan Agroteknologi Unida Gontor. Keunggulan tipe piggy back adalah memiliki ventilasi udara yang sangat baik karena memiliki struktur bukaan yang banyak.

Bahan penutup greenhouse terbuat dari bahan yang tembus cahaya. Bahan penutup yang akan digunakan adalah asbes fiberglass. Bahan fiberglass cenderung membuat cahaya menjadi tersebar, dan akan memberikan keuntungan bagi tanaman budidaya. Cahaya yang menyebar akan mengurangi kelebihan cahaya pada daun – daun tanaman bagian atas dan memantulkannya pada daun – daun yang ada di bagian bawah. Bahan fiberglass membuat penyebaran cahaya menjadi lebih merata.

Dinding greenhouse terbuat dari screennet. Screennet yang digunakan memiliki lubang yang halus dan dapat menahan mite (tungau) tidak mudah masuk ke dalam greenhouse. Pemilihan screennet sebagaai dinding greenhouse memiliki manfaat sebagai sirkulasi udara, sehingga suhu udara di dalam greenhouse tidak terlalu panas.

Greenhouse yang akan didirikan berukuran 9 x 4,5 m². Greenhaouse didirikan menghadap ke arah utara. Pada pagi hari cahaya matahari dari arah timur dapat menembus ke dalam greenhouse.

Greenhouse di kebun Agroteknologi Unida Gontor dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Pemanfaatan grenhouse sebagai berikut :

1). Sebagai sarana penelitian

Dosen dan mahasiswa yanag akan melakukan kegiatan penelitian di bidang pertanian yang memerlukan kondisi lingkuangan yang terkendali akan memerlukan greenhouse untuk meletakkan tanaman yang akan diteliti.

2). Sebagai sarana pembibitan tanaman

Proses pembibitan tanaman memerlukan perawatan yang intensif dan lingkungan khusus sehingga diperoleh bibit tanaman yang baik dan subur.

3). Sebagai sarana karantina tanaman tertentu

Tanaman yang baru datang di kebun Agroteknologi memerlukan perwatan intensif, sehingga greenhouse dsebagai tempat yang terbaik untuk merawat tanaman yang baaru datang. Proses tranplatasi (pemindahan tanaman) perlu diwarat secara intensif di greenhouse.

4). Sarana Pembelajaran Mahasiswa

Dengan adanya green house pembelajaran mahasiswa diharapkan akan lebih optimal dan baik karena dengan sendirinya akan memudahkan mahasiswa memahami semua hasil praktikum dengan lebih baik.

Ada banyak harapan dalam pembangunan green house ini, namun yang lebih penting semua sarana ini bisa menjadi kontribusi positif dalam membangun umat dalam dunia pertanian. Sehingga kedepan pertanian menjadi bagian terintegrasi bagi umat islam dalam menjadikan kemakmuran bangsa. (MH)

Agroteknologi kembangan tanaman Kurma tropis

Uncategorized
Bibit Kurma yang khusus didatangkan dari Thailand
Bibit Kurma yang khusus didatangkan dari Thailand

Kurma tropis  kini tengah digadang gadang sebagai salah satu produk unggulan di Prodi Agrotek Universitas Darussalam Gontor,.Kurma yang termasuk family Arecaceae ini identik dengan negeri gurun pasir di Asia barat seperti Negara Arab Saudi, alzazair, Oman, Mesir, dan Bahrain .

Kurma yang ditanam adalah kurma asal Thailand, tanaman kurma ini bisa berbuah umur 3 tahun di provinsi Nakhonrachasima, Kanchanaburi, Chiangmai dan Pathumthani, kurma ini memang adaptif dan mampu berproduksi di wilayah tropis seperti di tanah air kita Negeri Indonesia .

Mohon Do’a nya smoga berhasil dan berbuah lebat tanaman kurma di bumi Unida Gontor. Diharapkan kedepan bisa menjadi ikon baru bagi kampus Universitas Darussalam Gontor yang mengemban visi Islamisasi Ilmu Pengetahuan.

Kebun Buah Tropika Menyapa Universitas Darussalam Gontor

Uncategorized
Persiapan bibit buah tropika
Persiapan bibit buah tropika

Ponorogo,- Prodi Agroteknologi Fakultas Saintek Universitas Darussalam Gontor mewujutkan kebun buah tropika dilingkungan Kampus Siman Unida Gontor, karena Indonesia memiliki kekayaan hayati tropika yang beraneka ragam sehingga pertanian di Indonesia adalah pertanian tropika.

Tanaman buah tropika yang dikembangkan antara lain, berbagai jenis tanaman Jeruk, Kelapa pandan wangi, Kelengkeng, berbagai jenis Alpokat, Sirsat, Srikaya, Nangka, Duku, Jambu Air, Jambu Biji, dan tidak ketinggalan berbagai jenis tanaman buah Tin dan Zaitun.

Buah tropika tersebut sebagai kekayaan alam hayati tropika yang beraneka ragam karena tidak setiap kampus yang mempunyai tanaman tropika seperti yang kita miliki, adanya kebun buah tropika yang beraneka ragam sebagai produsen buah yang mempunyai kandungan vitamin, nilai gizi yang tinggi dan masih banyak manfaat lainnya bagi kesehatan dan sebagai bahan obat herbal.

Pengembangan potensi buah tropika di Unida Gontor berbasis pada Agribisnis, penelitian, dan pengetahuan sumberdaya alam hayati pertanian tropika Indonesia, serta untuk membangun jaringan kepada steakholders pertanian.

Penelitian Lanjutan Dosen Agroteknologi

Uncategorized
Gambaran Metode tanam lingkar berjajar
Gambaran Metode tanam lingkar berjajar

Ponorogo,- Penelitian lanjutan ini sebagai tindak lanjutan penelitan sebelumnya tentang metode tanam lingkar berjajar pada beberapa varietas tanaman jagung untuk meningkatkan populasi produksi tanaman jagung. Penelitian ini difokuskan untuk meneliti metode tanam lingkar berjajar pada satu jenis tanaman jagung manis untuk meningkatkan populasi tanaman jagung per satuan luas dan produktivitas lahan.

Manfaat secara teori, Peningkatan produksi tanaman jagung dipengaruhi oleh kerapatan polulasi tanaman untuk memperoleh hasil yang optimal.

Manfaat secara praktisi, Hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai rekomendasi bagi Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dan petani dalam berusahatani budidaya tanaman jagung.

Hipotesa yang dapat dikembangkan pada penelitian ini adalah dengan penggunaan cara tanam (metode lingkar berjajar) pada tanaman jagung manis akan menghasilkan produksi yang tinggi.

Penelitian Dosen Agroteknologi tentang Populasi dan Produksi Jagung (Zea mays )

Uncategorized
Hasil Penelitian dengan Model Lingkar Sejajar
Hasil Penelitian dengan Model Lingkar Sejajar

Ponorogo,- Salah satu dosen Program Studi (Prodi) Agroteknologi memulai penelitian sebagai bagian dari Tridharma perguruan tinggi. Adapun dosen yang melakukan penelitian ini adalah Ustadz Use Etica atau sering di panggil Pak Yus. Penelitian  dilaksanakan tgl 5 Agustus s/d 30 Nopember 2015. Komoditas yang diteliti adalah tanaman jagung. Jagung merupakan komoditas pangan sumber karbohidrat kedua setelah beras, sangat penting untuk ketahanan pangan. Jagung juga berperan penting dalam industri pakan ternak dan industri pangan. Dalam kurun lima tahun terakhir, kebutuhan jagung nasional untuk bahan industri pakan, makanan dan minuman meningkat ±10%-15% /tahun.

Pengembangan jagung diarahkan untuk mewujudkan Indonesia menjadi produsen jagung yang tangguh dan mandiri pada tahun 2025 dengan ciri-ciri produksi yang cukup dan efisien, kualitas dan nilai tambah yang berdaya saing, penguasaan pasar yang luas, meluasnya peran stakeholder, serta adanya dukungan pemerintah yang kondusif. Dalam periode 2005-2025, produksi jagung nasional diproyeksikan rata-rata tumbuh sebesar 4,26%.

Kondisi di atas menggambarkan bahwa komoditas jagung mempunyai peluang yang sangat besar untuk dikembangkan melalui agribisnis. Berdasarkan data BPS 2013, produksi rata-rata tanaman jagung di kabupaten Ponorogo sebesar 7,1 ton/Ha, dengan kondisi tersebut masih berpeluang untuk peningkatan produksi tanaman jagung.

Pengukuran tinggi tanaman
Pengukuran tinggi tanaman

Permintaan pasar komoditas jagung cenderung meningkat dari tahun ke tahun, untuk kebutuhan pangan maupun non pangan, Dengan penambahan permintaan komoditas tidak diimbangi dengan perluasan lahan pertanaman sehingga intensifikasi lahan untuk meningkatkan produksi jagung sangat diperlukan. Produksi tanaman jagung dipengaruhi beberapa factor diantaranya populasi dan benih jagung unggul yang ditanam mempengaruhi produktifitas tanaman. Untuk itu penelitian yang dilakukan dengan metode tanam lingkar sejajar dari beberapa varietas tanaman jagung untuk menganalisa pengaruhnya terhadap populasi dan produksi tanaman jagung, diharapkan mampu memberi solusi atas permasalahan produksi jagung di Indonesia pada umumnya dan Ponorogo pada khususnya. ( UE/Hrz)

Mahasiswa Agroteknologi Masuk dalam Finalis Lomba Karya Tulis Mahasiswa Nasional

Uncategorized
Daftar Finalis Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional
Daftar Finalis Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional

Ponorogo, Kabar menggemberikan datang dari mahasiswa Agroteknologi Universitas Darussalam Gontor, dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional yang diadakan oleh Universitas Jember menjadi salah satu finalis dari sepuluh finalis yang ada.

Menurut rilis dari panitia pelaksana lomba, bahwa lomba ini di ikuti oleh 150 peserta sebagaimana naskah yang masuk dimeja panitia. Dari Total 150 naskah yang masuk disaringlah menjadi 10 finalis tingkat nasional sebagaigamana yang di publikasikan oleh panitia lomba.

Adapun yang menjadi finalis adalah kelompok dari Universitas Darussalam Gontor yang diketuai oleh Andi Ahmad Abdul Azis, atau sering dipanggil Aa Azis. Pada tanggal 27 November 2015 nanti Aa Azis akan mempresentasikan hasil karyanya di depan panelis, Acara nantinya direncanakan akan bertempat di kampus  Tegal Boto Universitas Jember.

Semoga nantinya utusan mahasiswa Universitas Gontor dapat meraih hasil yang terbaik dan menjadi lentera ilmu bagi Umat, Nusa dan Bangsa. Selamat berjuang kontingen Universitas Darussalam Gontor

Kunjungan Lapang Kebun Hortikultura, Teh, dan Karet Mahasiswa Agroteknologi

Uncategorized
Mahasiswa mendapat penjelasan tanaman teh dari petugas di kebun P,T. Rumpun Sari Kemuning
Mahasiswa mendapat penjelasan tanaman teh dari petugas di kebun P,T. Rumpun Sari Kemuning

Karanganyar – Guna memperluas wawasan dan pengalaman dalam menunjang potensi akademik, mahasiswa Agroteknologi mengadakan acara kunjungan lapang (fieldtrip) ke kawasan perkebunan hortikultura, teh, dan karet di daerah Tawangmangu, Karanganyar, Sabtu (14/11/2015). Selain sebagai kunjungan (fieldtrip) ke kompleks perkebunan, acara ini juga merupakan salah satu kegiatan praktikum yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa Program Studi Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Darussalam Gontor. Kegiatan praktikum ini meliputi mata kuliah Pengantar Ilmu Pertanian Terpadu bagi semester I dan mata kuliah Ilmu Tanah bagi semester III. Dalam proses kegiatannya, mahasiswa mendapat arahan dan bimbingan dari para dosen pembimbing, Ir. Herawan Widodo, Haris Setyaningrum, M.Si, Muhammad, SP. MP, Lutfy Ditya Cahyanti, SP. MP, dan Mahmudah Hamawi, SP. MP. Dengan didampingi dosen pembimbing, mahasiswa dapat lebih mudah dan terorganisir dalam melaksanakan pengamatan lingkungan, baik pengukuran suhu, penentuan struktur dan tekstur tanah, ataupun identifikasi hama dan penyakit pada tanaman yang ada di kawasan perkebunan.

Ustadzah Lutfy demikian panggilan akrab Lutfy Ditya Cahyanti, SP. MP, mengatakan bahwa acara ini memiliki tujuan untuk memperkaya pengetahuan serta soft skill ataupun hard skill mahasiswa Agroteknologi dan memperbanyak pengalaman sebagai mahasiswa yang bergerak dalam bidang Pertanian. Dengan terjun ke lapangan, mahasiswa dapat menganalisa serta mengetahui situasi dan kondisi tanaman pada suatu kawasan tertentu secara langsung.

Mahasiswa aktif mendengarkan penjelasan pengelolaan kebun karet dari P.T Perkebunan Nusantar 9 Batu Jamus
Mahasiswa aktif mendengarkan penjelasan pengelolaan kebun karet dari P.T Perkebunan Nusantar 9 Batu Jamus

Adanya acara fieldtrip ini secara tidak langsung memberikan kesan tersendiri bagi kalangan mahasiswa. “Alhamdulillah, kegiatan praktikum ini mengesankan sekali. Jadi kita tidak hanya tau ilmunya secara materi saja, tetapi benar-benar tau dengan melihat kondisi di lapangan secara langsung dan dengan kasat mata”, ujar Nur Alam, salah seorang mahasiswa Agroteknologi. Diharapkan dengan kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mampu mengaplikasikan ilmu yang telah diajarkan namun juga mendapat pengalaman lebih dalam menangani berbagai macam kasus yang ada. (Ichan/Agt)

Mahasiswa Agroteknologi Universitas Darussalam Gontor Adakan Survei Tanah Gunung Kapur

Uncategorized
Mahasiswa Melakukan Uji Tanah di Area Hutan Goa Lowo
Mahasiswa Melakukan Uji Tanah di Area Hutan Goa Lowo

Ponorogo—Dalam kegiatan praktikum ilmu tanah sabtu (30/10), mahasiswa Program Stdi Agroteknologi Fakultas Sains dan teknologi Universitas Darussalam gontor, mengadakan survei serta pengambilan contoh tanah di kawasan gunung kapur Kec. Sampung dan Kec. Sukorejo Kab. Ponorogo.

Survei diikuti oleh seluruh mahasiswa semester III dengan didampingi oleh dua orang dosen pembimbing, Ir. Herawan widodo dan Lutfy ditya cahyanti, SP.MP. Suvei dimulai dari pukul 07.45 WIB hingga 16.00 WIB.
Pak wid, sapaan Ir. Herawan Widodo, mengatakan bahwa praktikum dilaksanakan untuk mengetahui penyebaran tanah dengan bahan induk gamping/kapur di kawasan kec. Sampung dan Kec. Sukorejo. “kita mau lihat penyebaran kapur yang terbawa aliran air dari gunung kapur, banyak yang ke arah selatan atau utara,” ujar beliau saat pelaksanaan survey, Sabtu (30/10) lalu.
Beliau mengungkapkan bahwa bahan induk tanah di kawasan kec. Sampung dan kec. Sukerejo berasal dari gunung kapur. Berdasarkan uji HCL dari praktikum tersebut diketahui  bahwa tanah disebelah utara gunung kapur yang dibatasi sungai Sampung tidak mengandung kapur, sedangkan tanah disebelah selatan sungai berbahan dasar kapur. Pak wid menjelaskan bahwa tanah disebelah utara sungai sampung bahan induknya berasal dari gunung lawu.
Dalam praktikum tersebut parameter pengamatan lain yang diamati oleh para mahasiswa adalah klimatologi, sifat fisik dan sifat kimiawi tanah pada kawasan sekitar gunung kapur. Contoh tanah diambil di lima lokasi berbeda diantaranya kawasan sebelah utara gunung kapur, pertambangan batu gamping di gunung kapur, kawasan selatan gunung kapur, situs Gua Lowo di kaki gunung kapur dan persawahan  di kec. Sukoharjo. “kita gambil contoh tanah di lima lokasi berbeda, empat lokasi di kec. Sampung dan satu lokasi lagi di kec. Sukorejo,” ujar pak Wid di tengah-tengah pelaksanaan praktikum.
Disela-sela kegiatan praktikum, seluruh mahasiswa dan para dosen pembimbing mengunjungi pertambangan batu gamping di perusahaan daerah pertambangan Sari Gunung milik pemerintah daerah kabupaten Ponorogo. Sukinem yang sering dipanggil Bu Keti, salah satu kuli gamping yang sudah bekerja selama 15 tahun di kawasan tersebut, mengatakan mayoritas warga Sampung berprofesi sebagai kuli gamping dan Petani.
“warga sekitar sini kebanyakan jadi kuli disini, ada juga yang jadi petani,” tuturnya ketika membuat olahan batu gamping dikawasan pertambangan, sabtu (30/10). Ibu satu anak ini menambahkan, bahwa komoditas pertanian yang umum dibudidayakan masyarakat sekitar gunung kapur adalah padi dan kedelai.
Selain mengunjungi pertambangan batu gamping, mereka juga berkunjung ke situs Gua lowo yang dikelola oleh Perum Perhutani divisi regional Jawa timur dan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pemkab. Ponorogo. Kawasan sekitar Gua Lowo juga menjadi salah satu lokasi pengambilan contoh tanah dalam praktikum ilmu tanah tersebut.
Di akhir kegiatan praktikum Ir. Widodo menjelaskan bebatuan yang mengandung kapur memiliki struktur seperi batu karang, sebab gunung kapur pada dasarnya adalah batu karang atau karang laut yang terangkat oleh daya tektonik.