TEKNOLOGI SONIC BLOOM BACAAN AYAT AL-QUR’AN DAPAT MEMACU PERTUMBUHAN TANAMAN

Dalam upaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas tanaman yang dihasilkan, manusia senantiasa berinovasi dengan beragam cara. Berbagai teknologi dan teknik baru diperkenalkan dan dikembangkan. Salah satu teknik dalam upaya peningkatan kualitas dan kuantitas hasil tanaman adalah Sonic bloom. Sonic bloom adalah sebuah bentuk teknik pemberian frekuensi suara untuk membantu tumbuhan “bernafas” lebih baik disertai dengan penetrasi nutrisi pada daun, sehingga tumbuhan dapat menyerap lebih banyak unsur hara. Teknologi Sonic bloom ditemukan oleh Dan Carlson dari Amerika Serikat, dimana Carlson mengkaji secara serius setelah melihat bencana kelaparan selama perang Koreatahun 1950. Dengan bantuan seorang insinyur audio, Carlson menemukan suatu kisaran frekuensi suara yang serupa dengan siulan burung di pagi hari, yang membantu membuka stomata tanaman lebih lebar. Cara kerja teknik Sonic bloom adalah memberikan frekuensi suara yang sama dengan frekuensi benda yang dipengaruhi sehingga molekul benda yang dipengaruhi ikut bergetar (resonansi). Resonasi suara yang dihasilkan dapat merangsang pembukaan stomata dan mempengaruhi gerakan karbon dioksida di sekitar tanaman sehingga dapat mempengaruhi penyerapan karbon dioksida di sekitar daun.

Beberapa tahun terakhir tepatnya tahun 2017, 2018 dan 2020 ada beberapa penelitian yang membuktikan bahwa teknologi Sonic bloom dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. Pada tahun 2017 Joko Prasetyo dkk dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang melakukan penelitian pada tanaman selada dengan perlakukan antara lain menggunakan musik Jazz, musik gamelan, musik heavy metal dan tanaman tanpa Sonic bloom. Sedangkan parameter yang diukur adalah panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, berat kering akar tanaman, berat kering tanaman, indeks kehijauan daun, kandungan klorofil. Hasilnya menunjukkan bahwa perlakuan yang paling tinggi adalah perlakukan musik gamelan.

Alat Teknologi Sonic Bloom

Pada tahun 2018 Yeti Dahliana dari Pasca Sarjana Program Studi Aqidah dan Filsafat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta juga melakukan penelitian dengan menggunakan teknologi Sonic bloom pada tanaman sawi dengan perlakukan musik klasik dan bacaan ayat al-Qur’an. Sedangkan parameter yang diukur adalah daya berkecambah, jumlah daun, tinggi tanaman, luas daun, panjang daun dan berat basah. Dan hasilnya sangat mengejutkan bahwa bacaan ayat al-Qur’an lebih tinggi dari pada musik klasik, lebih rinci Yeti menjelaskan daya kecambah tanaman sawi meningkat sebesar 10,00%, tinggi tanaman meningkat sebesar 23,34 %, jumlah daun meningkat 14,81 %, luas daun meningkat 27,29 %, panjang daun meningkat 39,33 %, dan berat basah meningkat sebesar 35,71 %.

Aplikasi Alat Sonic Bloom

Pada tahun 2020 Dr Ir Hj Istirochah Pujiwati MP, berhasil meningkatkan produktivitas kedelai melalui aplikasi Sonic Bloom. Hasil penelitiannya ia tuangkan dalam disertasi untuk meraih gelar Doktor Ilmu Pertanian Universitas Brawijaya Malang.

Sumber Referensi :

  1. http://digilib.uin-suka.ac.id/33186/1/1420510014_BAB-I_V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf
  2. https://jkptb.ub.ac.id/index.php/jkptb/article/viewFile/418/342
  3. https://docplayer.info/57338576-Pengaruh-intensitas-bunyi-terhadap-pembukaan-stomata-pertumbuhan-dan-hasil-kedelai-glycine-max-l-merril-melalui-aplikasi-sonic-bloom.html