Bagaimanakah Rumus “Sukses ala Rasulullah” ?

Nabi Muhammad adalah seorang rasul sekaligus teladan bagi umat Islam di seluruh dunia. Dia adalah pahlawan dalam penyebaran Agama Islam di muka bumi ini. Perjuangan dan pengorbanannya patut menjadi contoh bagi umat Islam dalam meraih kesuksesan di dunia maupun di akhirat, layaknya dia yang telah membawa Islam menuju kejayaannya.

Kita sebagai umat Islam harus mengikuti teladan yang telah di berikan oleh rasul sebagai pedoman hidup untuk mendapatkan kesuksesan. Menurut rasulullah untuk menjadi orang yang paling sukses di dunia sangatlah mudah, kita sebagai manusia cukuplah menjadi manusia yang bisa memberikan manfaat bagi manusia lainnya, Rasulullah bersabda :

خير الناس أنفعهم للناس

“sebaik-baiknya manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain ”  

Rumusan yang telah di berikan rasulullah ini terbukti ampuh dan sesuai dengan konsep dunia modern pada saat ini, baik ditinjau dari aspek ekonomi, politik, sosial, dan lainnya. Konsep ini juga telah dipraktekkan oleh banyak sahabat Rasul, mereka yakin bahwa untuk menjadi orang sukses tipsnya sangatlah mudah, cukup menjadi orang baik yang bermanfaat bagi orang lain.

Seperti khalifah Umar bin Khattab, pada suatu sore ketika tanah arab di landa kemarau panjang yang membuat seluruh warga madinah dilanda kesusahan, ia  mengajak sahabatnya Aslam untuk mengunjungi kampung terpencil di sekitar madinah, ia mendengar suara tangisan seorang gadis kecil di sekitar tempat ia berjalan.

 Kemudian dia mendekati suatu gubuk kecil dan mendapati di dalamnya ada seorang perempuan dewasa sedang duduk di perapian dan mengaduk bejana, ia pun mendekat dan bertanya kepada perempuan itu, “siapa yang menangis di dalam ?” perempuan itu pun menjawab dengan ketus “Anakku”. “kenapa anakmu menangis? Apa dia sakit?” Tanya Umar. “tidak mereka lapar, ”jawab perempuan itu dengan meneteskan air mata. ”apakah engkau memasak? mengapa tidak juga matang masakanmu?” tanya Umar dengan perhatian. “kau lihatlah sendiri!” jawab perempuan itu, Dengan segera Umar menengok ke bejana yang sedang diaduk oleh perempuan itu dan mendapati batu yang sedang dimasak oleh perempuan itu.

Dengan serentak Umar langsung mengambil sekarung gandum dan memikulnya sendiri menuju gubuk kecil milik perempuan itu, ia pun langsung memasak gandum itu dan di berikannya kepada anak-anak yang sedang menangis karena kelaparan tadi. Sejak saat itu khalifah Umar bin Khattab yang mempunyai gelar sebagai singa padang pasir dikenal sebagai khalifah yang baik hati dan suka menolong di mata seluruh warga madinah dan semakin disegani di kota madinah.

Hal ini juga seperti yang dikatakan juga oleh Rektor Universitas Darussalam Gontor Al-Ustadz Dr, Amal Fathullah Zarkasy yakni “jangan bosan-bosan menjadi orang baik, kalau kalian bosan jadi orang baik maka kalian adalah saython” ucap Rektor Unida di masjid ba’da Sholat magrib. Oleh karena itu untuk menjadi orang sukses patutlah kita sebagai umat Islam untuk bisa memberikan manfaat bagi orang lain dan menjadi orang baik di muka bumi ini,

Dan rumus ini juga dapat digunakan di dalam dunia bisnis bagi para pembisnis, karena Rasul juga sebagai salah satu pebisnis yang sukses, Rasul dalam bisnis nya selalu mengutamakan sifat sidiq, amanah, tabligh dan fathonah, juga mengedepankan manfaat dari bahan dagangan yang diberikan kepada konsumen.

Dalam Islam pebisnis tidak berorientasi bagaimana mendapatkan uang dan keuntungan sebanyak banyaknya, tapi bagaimana cara untuk menebarkan manfaat sebanyak banyaknya. Hal ini pun sesuai dengan konsep modern, memulai bisnis dengan menaklukkan pasar terlebih dahulu sebelum menjual produk. Ketika konsumen sudah merasakan yang besar dari produk yang kita tawarkan, tentu ia akan terus membeli, bahkan berlangganan.

Semakin banyak manfaat yang diperoleh konsumen dari suatu produk, samakin banyak pula konsumen, yaitu orang yang ingi memetik manfaat dari produk tersebut. Jika makin banyak konsumen, pasar, dan jaringan bisnisnya, maka semakin besar pula bisnisnya, semakin besar bisnisnya, tentu semakin sukseslah dia sebagai manusia

By : Diwa Haikal Adittya & Royhan Muhammad Iqbal MNJ/2