Bingung Memanfaatkan Darah Sapi Seusai Qurban? Ini Cara Terbaik Mengolahnya

Darah dari Penyembelihan Sapi

Idul Adha –  Penyembelihan sapi pada hari raya Idul Adha menyisakan darah sapi yang begitu banyak. Sering kali dibuang mengalir begitu saja sehingga mencemari lingkungan. Padahal darah sapi bisa dimanfaatkan untuk pembuatan Pupuk Organik Cair (POC).

Persentase darah didalam tubuh sapi adalah sekitar 3,5-7% dari total berat tubuhnya. Komponen unsur-unsur kimiawi yang terkandung dalam darah sapi antara kandungan nitrogen 12,18%, fospor 5,28%, kalium 0,15% dan karbon-organik 19,01%.

Selain itu juga mengandung energy 104 kilokalori, protein 21,9 gram, lemak 1,1 gram, kalsium 7 miligram. Fosfor 24 miligram dan zat besi 1 miligram, vitamin A 50 IU, vitamin B1 0 mg dan vitamin C 0 mg.

Adanya komposisi unsur kimiawi tersebut maka dalam kegiatan ini limbah darah sapi akan dipergunakan sebagai alternatif bahan dasar pembuatan pupuk ramah lingkungan. Pupuk  ini diharapkan dapat berfungsi sebagai pupuk organik  alternatif yang ramah lingkungan untuk mendukung peningkatan produksi tanaman budidaya.

Berikut panduan cara fermentasi darah sapi menjadi pupuk organik cair :

Bahan :

  1. Limbah darah dari sebanyak 1 jerigen besar (20 Liter)
  2. EM4 sebanyak 500 ml,
  3. MOL (Mikro Organisme Lokal) sebanyak 1 liter
  4. Starbio sebanyak 1 kg.

Alat :

  1. Jerigen sebanyak 3 buah untuk tempat pembuatan dan penyimpanan pupuk cair dari darah
  2. Corong untuk memasukkan darah ke jerigen, dan kayu untuk mengaduk

Cara membuat pupuk darah sapi :

1.      Menyiapkan semua alat dan bahan yang digunakan.
2.      Membagi darah (20 liter) menjadi 3 jerigen besar dengan ukuran yang sama ± 6,66 liter.
3.      Jerigen 1 masukkan EM4 500 ml campur dengan cara di aduk dan digoyang – goyang.
4.      Jerigen 2 masukkan Starbio campur dengan cara diaduk dan digoyang – goyang.
5.      Jerigen 3 masukkan MOL campur dengan cara diaduk dan digoyang – goyang.
6.      Tutup masing – masing drum dan biarkan selama 1 minggu.
7.      Setelah 1 hari pupuk dibuka dan siap digunakan.

Sumber :

Ernawati, et.al. 2015. Pemanfaatan Tepung Darah, Tepung Tulang dan Lumpur IPAL dari Industri Pengolahan Ikan untuk Pertumbuhan Tanaman Kangkung (Ipomoea reptana). Jurnal Udayana Mengabdi, Vol 14, No.1.

www.kabartani.com

Artikel Terkait : Perbedaan Zakat, Infaq dan Sedekah