DAUN BAMBU (Dendrocalamus asper) BIOHERBISIDA PENGENDALI GULMA YANG RAMAH LINGKUNGAN

Oleh: Lutfi Ditya dkk

Gulma Tumbuhan

Gulma ialah tumbuhan yang tumbuhnya tidak dikehendaki diantara tanaman budidaya karena dapat menyebabkan kehilangan hasil panen. Hasil fitokimia dari daun bambu (Dendrocalamus asper) diketahui mengandung flavonoid, kumarin dan fenolik yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan gulma.

Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pemanfaatan larutan seresah daun bambu sebagai bioherbisida pengendali gulma ramah
lingkungan.

Luasan petak kuadran yang digunakan untuk pengamatan efektifitas larutan seresah daun bambu adalah 1 m², dengan tiga perlakuan, yaitu plot pertama dengan larutan seresah daun bambu 10%, plot kedua dengan larutan seresah daun bambu 5% dan plot ketiga hanya disiram aquades sebagai perlakuan kontrol.

Plot yang dipilih untuk uji SDR adalah plot dengan species gulma yang beragam. Pengamatan Summed Dominance Ratio (SDR) gulma untuk mengetahui tingkat efektifitas larutan seresah daun bambu dilakukan dengan metode petak kuadran yang dilakukan sebelum penyemprotan dan 7 hari setelah penyemprotan larutan seresah daun bambu.

Gulma yang terdapat pada petak kuadran diantaranya Mikania micrantha, Eleusine indica, Cyperus rotundus, Cynodon stolon, Cynodon dactylon, Axonopus compressus dan Sanchus arvensis akan tetapi, larutan daun bambu hanya efektif mengendalikan gulma grinting (Cynodon dactylon), baik pada dosis 5% dan 10%…Selanjutnya