Daun Singkong: Potensi dan Peluang Bisnis untuk Memenuhi Permintaan Rumah Makan Padang

Daun Singkong

Tanaman singkong merupakan salah satu jenis tanaman pertanian utama di Indonesia. Tanaman ini termasuk famili Euphorbiacea yang mudah tumbuh sekalipun pada tanah kering dan miskin serta tahan terhadap serangan penyakit maupun tumbuhan pengganggu (gulma). Tanaman singkong mudah membudidayakannya karena perbanyakan tanaman ini umumnya dengan stek batang. Di Indonesia aneka macam makanan yang dibuat dari produk singkong bukanlah merupakan hal yang baru, namun daunnya belum dimanfaatkan secara optimal. Penggunaan daun singkong sebagai sayuran, baru terbatas pada daun mudanya saja, sedangkan daun yang lebih tua sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai pakan hijauan (Askar, 1996).

Daun singkong merupakan salah satu sayuran hijau yang digunakan sebagai sumber zat besi. Zat besi yang terkandung dalam 100 g daun singkong yaitu sebesar 2,0 g. Daun singkong dapat dijadikan sebagai salah satu sayuran yang baik dikonsumsi, mudah didapat dan mudah diolah.

Daun Singkong

Kandungan Kimia Daun Singkong

Adapun kandungan kimia dalam daun singkong, antara lain :

1. Memiliki kadar protein yang cukup tinggi, sumber energi yang setara dengan karbohidrat, 4 kalori setiap gram protein.

2. Sumber vitamin A, setiap 100 gram yaitu mencapai 3.300 RE sehingga baik untuk kesehatan mata.

3. Kandungan serat yang tinggi, dapat membantu buang air besar menjadi lebih teratur dan lancar dan mencegah kanker usus dan penyakit jantung.

4. Kandungan vitamin C per 100 gram daun singkong mencapai 275 mg, dapat terbebas dari sariawan dan kekebalan tubuh bisa lebih terjaga dengan asupan vitamin C.

Pemasaran Daun Singkong

Pemasaran sayur yang banyak dipilih oleh para petani kecil adalah pola pemasaran tidak langsung atau melalui perantara (middleman), dan sedikit yang menjual langsung kepada pengecer atau konsumen akhir. Hal tersebut disebabkan oleh kurangnya modal kerja dan tidak adanya akses ke pasar. Modal kerja yang dibutuhkan termasuk biaya angkut dari lokasi kebun ke pasar yang membutuhkan pasokan, bongkar muat sayuran, sewa lapak, biaya restribusi pasar dan biaya-biaya non formal, seperti pembayaran keamanan di pasar. Ketidakmampuan petani melakukan akses terhadap pasar yang membutuhkan pasokan disebabkan karena kurangnya informasi pasar yang dapat diperoleh. Adakalanya harga dari produsen (petani) jauh lebih tinggi dari harga jual yang sebenarnya. Hal tersebut disebabkan oleh terjadinya kelebihan produksi atau keterlambatan pengiriman produk ke pasar. Marjin pemasaran menunjukkan bahwa semakin panjang rentang jaringan pemasaran maka semakin tinggi biaya operasional yang harus dikeluarkan. Hal tersebut berakibat pula semakin kecil keuntungan yang diterima masing-masing unit jaringan (Agus dkk, 2006).

Bisnis Daun Singkong

Analisis Usaha Tani Daun Singkong

No Uraian Satuan Harga Satuan (Rp) Jumlah Total (Rp)
I Biaya Tetap        
  Sewa Lahan 500 m2 (3 bulan) Paket                    300.000                          1                300.000
           
II Biaya tidak tetap        
A Bibit ketela Paket                    700.000                          1                700.000
B Tenaga kerja potong bibit ketela HKP                       80.000                          8                640.000
C Persiapan lahan HKP                       80.000                          4                320.000
D Tanam HKW                       60.000                          8                480.000
E Pengairan Hari                       50.000                       15                750.000
F Panen (mulai bln ke 2 s/d ke 6) Hari (1/2 HKP)                       20.000                     150             3.000.000
Total Biaya                   6.190.000
Panen selama 5 bulan 50 Ikat                    100.000                     150          15.000.000
panen/ bulan (mulai bulan ke 2) 50 ikat                    100.000                       30             3.000.000

R/C ratio = 15.000.000 / 6.190.000 = 2,4.  Dengan nilai R/C ratio = 2,4 setiap pengeluaran biaya 1 juta akan mendapatkan 2,4 juta. Usaha tersebut sangat layak untuk di usahakan.

Usaha bisnis daun singkong sangat berpotensi diusahakan menurut analisis usahatani akan mendapatkan keuntungan sebesar 2,4 juta setiap pengeluaran modal 1 juta.

Kesimpulan

Dari hasil dan pembahasan potensi dan peluang daun singkong untuk memenuhi permintaan sayur daun singkong di rumah makan padang dan pasar sayuran, daun singkong mempunyai prospek yang sangat cerah; dari hasil analisis usahatani sangat layak untuk dilakukan dengan nilai R/C ratio 2,4.

Penulis : Use Etica, SP., MMA

Baca artikel terkait :

Mahasiswa Agroteknologi Ikuti Santripreneur Camp 2019

Cara Mudah: TEKNOLOGI BUDIDAYA TANAMAN OBAT COVID-19