Dosen Agroteknologi Laksanakan Program Kemitraan Masyarakat

Sebagian besar petani setelah masa panen, membakar jerami yang mengakibatkan pencemaran udara dan memasukkan jerami ke lahan tanpa proses pengolahan (pengomposan) sehigga berdampak terhadap pertumbuhan pathogen dan hama pada jerami, yang pada akhirnya menyerang tanaman padi pada masa tanam berikutnya. Hal inilah yang menjadi penyebab serangan hama dan penyakit pada tanaman padi yang berakhir pada penurunan produksi sampai gagal panen (puso).

Upaya perbaikan cara penanganan limbah panen padi dapat dilakukan dengan melakukan pemberdayaan kelompok tani padi. Solusi untuk kegiatan tersebut adalah pemanfaatan limbah jerami padi, ketrampilan pengomposan jerami dan peningkatan wawasan zero waste dan pertanian berkelanjutan. Dari kegiatan ini diharapkan petani dapat mandiri melaksanakan pengomposan jerami secara rutin setiap pasca panen padi.

Pelatihan dan pendampingan pengomposan jerami padi diharapkan akan meningkatkan ketrampilan petani dalam pengomposan, meningkatkan wawasan petani bagaimaiman pentingya kompos jerami dalam upaya meningkatkan kesuburan tanah dan memutus siklus pathogen yang hidup pada limbah jerami padi.

Dosen UNIDA Gontor bersama Direktorat Jendral Riset dan Pengembangan Masyarakat RISTEKDIKTI pada tahun anggaran 2018 melaksanakan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dalam manajemen limbah jerami padi. Kegiatan PKM mulai dilaksanakan pada bulan Maret 2018. Kegiatan PKM dilaksanakan dengan petani yang tergabung dalam kelompok tani Bumi Karso, desa Jabung Kecamatan Mlarak dan kelompok tani Unggul Makmur, desa Demangan, kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo.

Program ini dilaksanakan melaui 3 tahap, yaitu: assesmen, pelatihan dan pendampingan, serta monitoring dan evaluasi.

Hasil asesemen dari petani antara lain : jerami padi akan mengggu proses tanam berikutnya, jerami mengganggu mesin tractor dalam mengolah tanah, pembakaran akan menggagu lingkungan, kemudian juga jerami yang langsung akan membuat sarang hama dan patoghen, serta petani memerlukan teknologi pengomposan jerami padi secara efektif.

Pelatihan dilaksanakan di rumah ketua kelompok tani. Praktik pembuatan kompos jerami padi secara insitu dilaksanakan di dua tempat, yaitu di pematang lahan sawah dan di rumah kompos. Praktik diikuti oleh masing-masing anggota kelompok tani dan penyuluh pertanian lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian kab. Ponorogo yang membina kelompok tani Unggul Makmur dan kelompok tani Bumi Karso. Praktik diawali dengan pengenalan alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pengomposan jerami. Alat yang dibutuhkan adalalah ember / tong, gembor air, garpu cangkul, bambu, tali, dan terpal / mulsa plastik hitam. Bahan yang dibutuhkan adalah jerami padi 1 ton, dedak 2 kg, Kapur 3 kg, aktivator (mikroba pengurai) 1 L, tetes tebu 1 L, garam kasar ½ kg, urea 2 kg dan air secukupnya.

Hasil kompos jerami yang baik dengan ciri warnanya coklat dan tidak berbau, serta jerami sudah remah dan mudah hancur ketika ditekan. Hasil kompos jerami diaplikasikan ke lahan dengan dosis 500 kg ha-1. Aplikasi kompos jerami dilakukan dengan cara kompos jerami digunakan sebagai penutup lubang tanam jagung, kedelai dan kacang hijau.

Bapak Mardi (anggota kelompok tani Bmi Karso) menyampiakan bahwa dulunya para petani masih awam, biasanya habis panen limbah padi, kedelai dan jagung dibuang berserakan. Sekarang alhamduliilah ada pengarahan tentang pengomposan dari Dosen UNIDA, tentang pemanaatan limbah jerami padi. Sebelumnya petani disosilisasi, suapaya petani memahami, karena biasanya petani sehabis panen membakar limbah lalu dibuang begitu saja. Diberi pengetahuan tentang tatacara pengomposan, mulai dari komposisi bahan, dan hasilnya. Sekarang petani mampu membuat sendiri. Dan sudah di praktikan di jagung. Hasil penen jagung maksimal, dengan penambahan jerami padi, hasilnya lebih baik dari pada hanya dengan pasir dan tanah saja. Diharapkan petani bisa membuat sendiri, sehingga bisa mandiri dalam menerapkan sistem pertanian yang ramah lingkungan.

Berita Terkait : Inovasi Produk Limbah Padi Untuk Kesejahteraan Petani