ISLAM DAN TATANAN ALAM

Masalah Alam dapat ditinjau dalam ranah metafisika, epistemologi dan aksiologi. Apakah Alam? adalah kajian alam dalam ranah metafisika, Bagaimanakah alam dapat diketahui? Adalah kajian alam dalam ranah epistemologi, Bagaimana alam digunakan? adalah kajian alam dalam ranah aksiologi. Ketiga masalah ini akan membentuk struktur alam yang integral dalam perspektif Islam.

Artikel singkat ini akan membahas Alam dalam kajian metafisika; yaitu hakikat, prinsip, unsur ataupun elemen-elemen alam.

APAKAH ALAM?

Islam bukan hanya sekedar ajaran ataupun ritual, akan tetapi islam juga tentang prinsip-prinsip, gaya hidup bahkan cara pandang. Maka, Islam juga memberi perhatian serius terhadap struktur alam. Menurut Al-faruqi dalam bukunya Atlas budaya Islam, Al-faruqi menjelaskan bahwa hakikat Alam ditentukan oleh lima prinsip yaitu profanitas, keterciptaan, keteraturan, bertujuan dan ketundukan.

Profanitas, pada agama transenden alam itu profan; lawan dari suci. Maksudnya alam tidak mempunyai kualitas ketuhanan, tidak mengerikan, tidak misterius dan tidak pula mempesona. Maka, alam bukanlah Tuhan; karena Tuhanlah yang Maha Suci. Hal ini terjelaskan dalam kalimat syahadat bahwa tiada Tuhan selain Allah, maka tidak ada yang suci selain Yang Maha Suci.

Keterciptaan, langit, bumi, bulan dan hamparan gunung adalah makhluk atau ciptaan dari Sang Pencipta. Maka, Alam tidak menciptakan dirinya sendiri karena alam sendiri adalah ciptaan dan bagian dari kemakhlukan; dan semua makhluk akan musnah di bawah semua relativitas ruang dan waktu.

Keteraturan, islam memberi kepedulian besar terhadap kausalitas. Kausalitas dari keteraturan alam adalah objek utama dari kajian kausalitas. Keteraturan tatanan alam adalah tatanan yang ditanamkan oleh Tuhan; Pencipta Yang menciptakan dan mengatur segala ketatanan keteraturan alam. Maka, alam adalah suatu sistem lengkap yang sudah dipenuhi keteraturan hukum alam yang penuh sebab dan akibat.

Bertujuan, Allah menciptakan sesuatu dengan memberinya takdir, ukuran, peran, tujuan dan peran. Hal ini adalah bagian dari kausalitas, dimana penciptaan selalu ada tujuan. Maka, semua penciptaan mempunyai tujuan termasuk alam.

Ketundukan, adalah hak manusia untuk memanfaatkan alam bukan hanya sekedar taskhir atau kelangsungan hidup; akan tetapi juga zinah atau kesenangan. Maka Alam yang meliputi matahari, bulan, bintang, langit, bumi dan gunung bahkan semua unsurnya tunduk kepada manusia. Ketundukan Alam terhadap manusia dikarenakan manusia tunduk terhadap Tuhan sebagai Sang Pencipta.

Maka di dalam Islam, Alam adalah salah satu kajian yang cukup menyita banyak perhatian. Alam tidak hanya sebatas apa yang nampak, akan tetapi juga meliputi hal-hal yang sifatnya essensi. Bagaimanapun juga, penciptaan Alam adalah grand design Tuhan yang di dalamnya ada banyak kehidupan. Wallahu alam bisshowab.

By : Nabila Huringiin (Prodi Aqidah and Islamic Philosophy)

Artikel Terkait : Perbedaan Zakat, Infaq dan Sedekah