KEKAYAAN KULTIVAR PADI LOKAL PONOROGO

Padi Lokal Ponorogo

Ponorogo merupakan salah satu daerah penyangga pangan khususnya beras di Jawa Timur. Kabupaten Ponorogo memiliki luas sawah untuk budidaya padi seluas 34.638 Ha. Tanaman padi ditanam dua sampai tiga kali dalam setahun oleh petani di lahan sawah. Padi varietas lokal Ponorogo yang sudah di koleksi antara lain : Tambak Urang Ponorogo, Tambak Arum Ponorogo dan Tambak Bali Ponorogo (Wulandani, 2011). Ada kemungkinan besar kabupaten Ponorogo memiliki beberapa kultivar padi lokal yang masih dikembangkan oleh petani.

Dari hasil inventarisasi padi lokal Ponorogo ditemukan sebanyak 32 kultivar padi yang terdiri dari 15 padi beras putih, 4 padi beras merah, 2 padi beras hitam, 5 padi ketan putih, 3 padi ketan merah, 3 padi ketan hitam. Berikut nama kurtivar padi dan asal desa di Ponorogo :

Jenis Padi Lokal Ponorogo

Jenis Padi Menurut Petani

Petani membedakan jenis padi menjadi dua yaitu jenis padi beras dan padi ketan. Padi beras apabila dimasak nasi tidak lengket, sehingga padi beras sebagai bahan makan masyarakat setiap hari. Padi ketan bertekstur nasi yang lengket ketika diolah. Padi ketan lebih banyak digunakan sebagai olahan makanan tradisional dan kue-kue. Cara membedakan padi beras dan padi ketan dapat dilakukan dengan cara mematahkan bulir padi yang sudah di kupas. Padi beras setelah dipatahkan ditandai dengan warna putih transparan, sedangkan padi ketan ditandai dengan warna putih seperti tepung pada bagian endospermae dan embrionya (Rohaeni dan Hastini, 2015).

Warna kulit ari padi beras dan padi ketan terdapat 3 warna, yaitu putih, merah dan hitam. Padi beras yang memiliki kulit ari warna putih disebut beras putih. Padi beras yang memiliki kulit ari warna merah disebut beras merah. Padi beras yang memiliki kulit ari warna hitam disebut beras hitam. Ketan putih adalah padi ketan yang memiliki kulit ari warna putih. Ketan merah adalah padi ketan yang memiliki kulit ari warna merah. Ketan hitam adalah padi ketan yang memiliki kulit ari warna hitam.

Penanda Khusus Padi

Keberadaan ekor/bulu pada ujung gabah sebagai salah satu penanda khusus. Perbedaan karakteristik padi indica dan javanica salah satunya adalah ada atau tidaknya ekor/bulu pada ujung gabah, dimana padi indica tidak memiliki ekor/bulu sementara padi javanica memilikiekor/bulu (Irawan dan Purbayanti 2008). Karakter khusus padi lokal ponorogo sebagai berikut :

Karakter Khusus Padi Ponorogo

Padi lokal Ponorogo hasil inventarisasi terdapat dua karakter yaitu padi indica dan javanica karena ada sebagian kultivar yang tidak memiliki dan sebagian yang lain memiliki bulu pada ujung gabah.

Penulis : Mahmudah Hamawi, SP., MP

Artikel terkait :

KEANEKARAGAMAN HAYATI DALAM PANDANGAN ISLAM

MEMPERCEPAT PEMBUNGAAN PADA TANAMAN BUAH DURIAN