Mahasiswa Agrotek Menjadi Pemakalah Seminar Nasional Pertanian di UGM

Semnas Penelitian Pertanian UGM

Yogyakarta – Mahasiswa Agroteknologi UNIDA Gontor, M. Iqbal Munir dengan ditemani 3 orang mahasiswa lainnya, yaitu M. Herlangga, Dzikrul M. Ilham dan Azmi Hidayatullah berkesempatan mempresentasikan hasil penelitinnya pada Semnas Hasil Penelitian Pertanian ke 9 di UGM, Yogyakarta.

Semnas tersebut adalah rentetan dari Dies Natalis Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada yang diadakan di Auditorium Hardjono Danoesastro Fakultas Pertanian UGM, pada tanggal 21 September 2019. Acara ini mengangkat tema utama tentang ”Pembangunan Pertanian Menuju Indonesia Maju dan Sejahtera”. Seminar ini diikuti oleh mahasiswa, dosen dan peneliti dari berbagai instansi di Indonesia.

Jumlah pemateri dalam acara ini adalah 212 pemateri yang terbagi dalam 7 bidang yaitu Agroforesti dan agronomi, ilmu tanah, perlindungan tanaman, penyuluhan dan komunikasi pertanian, genetika dan pemuliaan tanaman, bioteknologi dan biologi molekuler, sosial ekonomi pertanian dan mikrobiologi pertanian. Dalam acara ini pemateri akan mepresentasikan materi hasil penelitian mereka secara pararel. Acara ini bertujuan untuk ajang berbagi ilmu antar pemateri dan memperluas jejaring antar peneliti dan akademisi.

Agenda ini dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Pertanian UGM,Bapak Dr. Jamhari, S.P., M.P. yang sekaligus menjadi pembicara kedua dalam seminar utama. Acara ini juga mengundang Kepala Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian, Dr. Husnain, M.Sc sebagai pembicara utama yang menyampaikan materi tentang “Optimalisasi Sumberdaya Pertanian Untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan Nasional”.

Dalam acara ini, Kepala BB Sumberdaya Lahan Pertanian ini menyampaikan dan memperkenalkan program “SERASI” yang kepanjanganya adalah “Special Effort For Rice-Maize-Soybean” yang saat ini sedang dikerjakan oleh Balitbangtan yang bertujuan untuk mengolah lahan rawa-rawa sebagai alternatif lahan yang selalu tergenangi air. Program ini mempunyai target untuk mengoptimalisasi 1 jt hektar lahan rawa yang tersebar di pulau Sulawesi, Kalimantan dan Sumatera untuk lahan pertanian. Beliau juga menyampaikan tentang kendala yang dihadapi mengenai insfratuktur yang perlu dibangun dan diperbaiki, alat pertanian yang digunakan dan tentang pembangunan kanal untuk pencucian air rawa yang ber-pH asam. Menurut beliau, memang bukanlah suatu hal yang mudah untuk melakukan hal ini. Tetapi, beliau meyakinkan bahwa lahan rawa-rawa juga mempunyai potensi untuk diubah menjadi lahan pertanian seperti biasanya. Lahan rawa yang sekarang sedang dioptimalisasi kebanyakan di daerah Sumatera selatan, Kalimantan dan Sulawesi. [Dzikrul/Ed. Iqbal]