Mahasiswa Agroteknologi Ikuti Santripreneur Camp 2019

Santripreneur

Malang – Pada tanggal 4-6 Oktober 2019, salah satu Mahasiswa Agroteknologi UNIDA Gontor, Luxy Chandra Atmaja, mengikuti acara santri interpreneur atau yang sering disebut saat ini dengan istilah Santripreneur. Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Singosari tepatnya di Kebun Teh Wonosari, Malang. Kegiatan ini merupakan Angkatan keempat. Sedangkan untuk Angkatan pertama di lakukan di Yogyakarta selanjutnya di Jawa Barat tepatnya di Sumedang dan yang ketiga dilaksanakan di Semarang, Jawa tengah.

Apa sih yang dilakukan pada Santripreneur camp itu?

Pada kegitan tersebut peserta dilatih dan dibimbing ataupun dimentori untuk berwirausaha tanpa harus menunggu tua. Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa orang pelaku bisnis untuk membimbing dan memberikan motivasi terhadap peserta yang hadir. Begitu pula Bupati Malang menyambut baik acara camp 2019 yang diadakan oleh Santripreneur Indonesia, memberikan peran penting kepada santri untuk mewujudkan generasi muda yang kreatif dan inovatif. Diakhir Pembicaraan beliau mengijazahkan kepada santri apa yang pernah diijazahkan kepada beliau dari sang kyainya iyalah berupa sholawat yang dibaca setelah sholat isya dalam kondisi yang bagaimanapun.

Pemberian Materi

Beberapa narasumber pada kali ini diantaranya adalah Ustadz Zahroni, Beliau menyampaikan dengan tema Leadership. “Jangan jadi guru tapi jadilah juragan guru (penggajih guru),” Ujar beliau. Jadi intinya kitalah yang memiliki usaha tersebut jangan bangga jika hanya menjadi karyawan saja karena menjadi karyawan hanyalah bawahan yang terus diperintah oleh juragannya, memilih usaha jangan karena mencari harta, kejarlah akhirat maka dunia akan ngikut, jadilah aktivis kapanpun dimanapun. Jangan memulai usaha dengan meminjam uang dari bank tapi pinjamlah dari temen walaupun itu sedikit daripada pinjam bank dengan tambahan bunga”, Sambung Ustadz Zahroni.

Semua yang beliau sampaikan berdasarkan pengalaman dan berkesan dihati pendengar serta dapat menjadi mtivasi untuk semuanya. Lancarlah dalam berbicara jangan kaku untuk mengucapkan sesuatu kepada orang lain. “Dunia pemasaran online atau market place lebih mudah dan tidak perlu banyak modal untuk membuka lapak untuk berdagang”, Ujar Mas Erwin Ardi.

Semua yang tampan kalah dengan yang mapan, semua yang berjuang kalah dengan yang beruang, dan mencari obat hati yang terluka ialah dengan mencari hati yang baru, “Ucap mas Erwin seolah bercanda memberi contoh. Beliau menyampaikan berbagai hal berkaitan dengan tata cara berbisnis online, manajemen dan juga masalah branding dalam bisnis dunia online

Setelah penyampain dari Mas Erwin kemudian dilanjutkan dengan bisnis kreatif atau lebih tepatnya disni yaitu rajut yang disampaikan oleh Mba Niken selaku bisnis muda rajut. Pada sesi ini di perkenalkan oleh narasumber berbagai teori rajut, mungkin rajut saat ini dianggap sebagai pekerjaan ibu-ibu dan malah diremehkan, padalah rajut merupakan peluang besar bagi anak muda karena rajut sebenarnya mudah hanya saja harus memiliki ketelitian yang jeli saja. Setelah selesai materi oleh mbak Niken disambung oleh mas Herawijawa selaku pengusaha muda bongkol pisang

Penjualan Hasta Karya oleh Peserta

Dihari terakhir, panitia membagi mnejadi beberapa kelompok untuk membuat hasta karya dengan menggunakan bahan-bahan bekas yang ada disekitar lalu dipasarkan atau dijual kepada pengunjung disekitar. Dimalam terakhir camp yang dilaksanakan  oleh Santripreneur Indonesia sebagai malam keakraban dengan pentas seni dan api unggun.

“Disaat inilah mulai terasa kesan dan kenangan dan terbayang kelak mau dibawa kemana alumni Santripreneur camp Angkatan keempat ini. Banyak kesan dan pesan yang mungkin sulit untuk diungkapkan oleh kita pada acara yang sangat singkat ini, mulai dari awal kedatangan lalu pembukaan materi-materi bahkan ada yang tertidur sampil duduk dan masih banyak lagi kenangan-kenangan yang mungkin kelak akan menjadi cerita bagi kita semua.” Ucap salah satu dari peserta putra pada saat acara terkahir sebelum penutupan.

Pesan dari saya untuk kita semua, “Jangan malu dan jangan ragu untuk berwirausaha dimasa muda, karena pengusaha muda saat ini mulai menurun bahkan tidak sedikit yang beranggapan untuk berbisnis setelah berkeluarga”. [Luxy]