MANFAATKAN PEKARANGAN RUMAH UNTUK KEBUN GIZI

Pekarangan rumah yang luas biasanya hanya dibiarkan saja padahal pekarangan yang luas memiliki potensi untuk dijadikan sebagai sebagai lahan kebun gizi. Kebun gizi merupakan suatu program yaitu membuat kebun sebagai salah satu alternatif masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan untuk keluarganya. Selain untuk meyediakan bahan pangan kebun gizi menjadi salah satu sumber pendapatan bagi keluarga dengan menjual hasil kebun dan ditukarkan .

Kebun Gizi

Rata-Rata Konsumsi Buah Dan Sayur Penduduk Indonesia

Berdasarkan hasil analisis presentase konsumsi sayur dan buah penduduk Indonesia didapatkan data 94,8% konsumsi sayur dan 32,2 % konsumsi buah. Rerata konsumsi sayur penduduk 70,0 gram/orang/hari dan konsumsi buah 38,8 gram/gram/orang/hari. Total konsumsi sayur dan buah penduduk 108,8 gram/orang/hari. Bila dibandingkan dengan kecukupan pedoman gizi seimbang, konsumsi sayur dan buah sayur dan buah tersebut masih rendah. Sebanyak 97,1% penduduk kurang mengonsumsi sayur dan buah. Bila dilihat dari kelompok umur, remaja adalah kelompok umur tertinggi yang kurana mengonsumsi sayur dan buah (98,4%). Salah satu penyebab kurangnya konsumsi buah dan sayur yaitu dipengaruhi oleh tingkat daya beli masyarakat yang kurang akibat faktor sosio ekonomi dan tingkat pengetahuan. Pemanfaatan pekarangan rumah sebagai kebun gizi dapat dijadikan alternatif dari permasalahan tersebut.Hasil panen dari kebun gizi dapat memenuhi kebutuhan akan vitamin dan mineral serta serat dari sayuran dan buah dapat terpenuhi.

Manfaat Kebun Gizi

  1. Memberdayakan keluarga dan masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan
  2. Meningkatkan konsumsi sayur dan buah dalam keluarga
  3. Peningkatan gizi dan kesehatan disebuah keluarga dan masyarakat
  4. Kemandirian pangan rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan gizi kelaurga

Jenis Tanamana yang dapat dikembangbiakkan di pekarangan

Sayuran yang dapat dikembangbiakkan di area pekarangan yaitu jenis sayuran buah, sayuran daun, sayuran bunga dan sayuran umbi. Berikut merupakan jenis sayuran yang cocok untuk ditanam di pekarangan rumah

Pada beberapa rumah memiliki pekarangan yang sempit, namun demikian tidak menjadi alasan untuk bisa membuat kebun gizi. Sebagai alternatif tanaman buah dan sayur dapat ditanam di dalam pot atau sering disebut tabulampot. Adapun jenis-jenis buah yang banyak ditanam di dalam pot yaitu sawo, kelengkeng, anggur, rambutan, jambu air, jambu biji, buah naga, jeruk nipis, jeruk sankist, blimbing.

             Selain buah dan sayur tanamanan jenis empon-empon juga dapat ditanam dikerangan rumah seperti jahe, kunyit, temulawak, kencur, sereh dan lain-lain. Tanaman tersebut berfungsi untuk bumbu masakan dan obat herbal bagi pencegahan maupun penyembuhan suatu penyakit.

Ukuran Luas Kebun

1.  Kebun ukuran besar

Taman besar berukuran minimal 500 meter persegi. Semua jenis sayuran segar dapat ditanam. Beberapa tanaman buah yang bisa ditanam seperti mangga , jambu biji, pepaya, anggur atau lemon.

2. Kebun ukuran medium

Jenis taman ini bisa berukuran antara 150-200 meter persegi. Tanaman yang bisa ditanam yaitu sayuran seperti wortel, okra, tomat, selada, terong, labu, bayam, lobak, kembang kol, buncis, kubis, mentimun, atau labu kuning.

3. Kebun Ukuran Kecil

    Kebun kecil berukuran kurang dari 100 meter persegi. Sayuran yang dapat ditanam diantaranya yaitu tomat, lobak, terong, mint, selada, bayam, lobak, bayam, ketumbar atau merica.

Teknik dan Media Tanam Untuk Pekarangan

Media tanam mempengaruhi kualitas buah maupun sayur sehingga perlu perhatian khusus dalam memilih jenis media tanam. Berikut merupakan karakteristik media tanam yang baik.

  1. Menyediakan ruang tumbuh bagi akar tanaman sehingga media tanam harus kuat menopang tanaman
  2. Memiliki porositas yang baik yaitu air dapat terserap ke dalam tanah dan memiliki kemampuan oksigen dan kelembabanya sesuai.
  3. Memiliki unsur hara yang dibutuhkan tanah untuk pertumbuhan tanaman. Hal ini bisa disediakan pupuk organik atau aktivitas mikroorganisme di dalam tanah.

Trik Memilih Benih

Benih yang digunakan yang memiliki spesifikasi kualitas unggul. Adapun jenis benih yang digunakan memiliki persyaratan yaitu :

  1. Bibit berasal dari indukan yang baik sehat dan unggul
  2. Biji /benih harus murni tidak tercampur dengan benih tanaman lain
  3. Bebas dari penyakit yang mengganggu dan hama
  4. Mempunyai daya kecambah dan daya tumbuh yang cukup tinggi.

Penyemaian Benih

       Penyemaian benih dilakukan pada benih untuk menyeleksi pertumbuhan benih agar benih yang didapat memiliki kualitas yang bagus dan siap untuk ditanam. Penyemaian benih dapat dilakukan di polybag berukuran kecil, daun pisang, baki persemaian atau petakan tanah. Jarak peresmian harus diatur agar tidak saling berebut unsur hara. Tanaman yang berumur 3-4 minggu atau memiliki daun 3-4 helai dapat dipindah ke media lebih besar.

Penyiapan Media Tanam

       Media tanaman seperti polybag, pot plastik atau sejenisnya dapat disiapkan ketika benih sudah tumbuh dan siapdilakukan pemindahan. Media dibuat dari campuran dari tanah dan pupuk dengan perbandingan tertentu, seperti tanah, pasir halus, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1.

Pemindahan Bibit

       Bibit yang sudah cukup umur dapat dipindahkan ke media. Pemindahan dilakukan dengan hati-hati dan diusahakan masih ada tanah yang menempel. Akar diusahakan agar tidak rusak dan tidak tertekuk dan sedapat mungkin lurus dan seluruhnya masuk ke dalam lubang tanam.

Pemeliharaan dan Perwatan

       Pemiliharaan yang dapat dilakukan yaitu dengan pemupukan secara teratur, penyiramaan air, pemotongan daun atau tunas agar buahnya rimbun. Pada saat pemeliharaan dapat pula dilakukan penyiangan atau pembersihan terhadap tanaman pesaing yang mungkin dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.

Pemanenan            

Pemanenan dapat diartikan sebagai proses yang ditunggu setelah sekian lama memelihara tanaman. Setiap sayuran dan buah memiliki masa tanam yang berbeda-beda. Terdapat tiga cara yang dapat dilakukan untuk memanen sayuran yaitu dipetik, dipotong, dan dicabut.  Proses pemanenan pada setiap buah dan sayuran dapat diberi jeda waktu agar hasil panen maksimal. Setelah pemanenan sayuran dan buah harus disortir untuk menghasilkan hasil panen dengan kualitas baik. Cara pemanenan yang baik adalah dengan cara hati-hati dan tidak merusak fisik produk. Hal lain yang perlu diketahui yaitu proses pemanenan sebaiknya tidak dilakukan saat terik matahari karena dapat menyebabkan penguapan dari bahan. Sayuran daun sebaiknya dipetik pada pagi hari sebelum matahari terbit, sedangkan sayuran dan buah lain dapat dipetik pada sore hari karena pada saat tersebut kondisinya berada di puncak kesegaran.

DAFTAR PUSTAKA

Ayuningtyas, C. E. (2019) Pemanfaatan Lahan Pekarangan untuk Meningkatkan Gizi Keluarga, Penerbit K-Media.

Hermina, H. and S, P. (2016) ‘Gambaran Konsumsi Sayur dan Buah Penduduk Indonesia dalam Konteks Gizi Seimbang: Analisis Lanjut Survei Konsumsi Makanan Individu (SKMI) 2014’, Buletin Penelitian Kesehatan, 44(3), pp. 4–10

Kurniasih, D. E. and Ardianto, J. (2017) ‘Kebun Gizi Sebagai Strategi Berbasis Masyarakat untuk memenuhi Kebutuhan Konsumsi’, Berita Kedokteran Masyarakat, 34(2), pp. 93–97. Smith, A. J. (2019) What is nutrition garden. diakses dari https://mengarden.com/what-is-nutrition-garden/ pada tanggal 25 November 2020

Penulis : Indahtul Mufidah, S.Gz (Program Studi Gizi)