MENGENAL TANAMAN KAKAO UNTUK PEMBUATAN COKLAT

Pengertian Tanaman Kakao

Tanaman Kakao

Tanaman kakao (Theobroma cacao L) merupakan tanaman yang berasal dari Amerika Selatan yang biasa dibudidayakan di perkebunan, tetapi saat ini sudah banyak daerah-daerah Tropis yang membudidayakannya. Biji dari tanaman kakao ini biasanya diolah menjadi produk yang biasa kita sebut coklat. Pohon kakao merupakan pohon tahunan yang tingginya bisa mencapai 10-13 meter, meskipun demikian para petani kakao membudidayakan tanamannya tidak lebih dari 4-5 meter dengan kanopi tanaman yang meluas, hal ini dilakukan untuk meningkatkan cabang tanaman kakao yang produktif.

Pemanfaatan Fauna pada tanaman kakao

Kehidupan Fauna Pada Tanaman Kakao

Ada beberapa kehidupan fauna pada tanaman kakao seperti hama tanaman dan predator hama. Akan tetapi para petani berusaha untuk mengubah sistem perawatan yang menggunakan bahan anorganik menjadi organik dengan mempertimbangkan kesehatan dan harga jual. Kehidupan fauna pada tanaman kakao mungkin lebih banyak dari serangga dan hewan kecil seperti hama penggerek batang kakao (Zeuzera coffear), penggerek buah kakao (Conophomorpha cramerella), penghisap buah kakao (Helopeltis antonii), kutu putih (Planococus citri), dan ulat kantong (Clania sp. dan Mahasena sp.). Kita telah mengamati pada hama kutu putih (Planococus citri), hama ini memiliki predator yaitu angkrang (semut merah), nah keberadaan kutu putih ini dapat memicu datanganya semut yang dapat memakan si kutu putih ini. Jadi para petani tidak perlu menggunakan bahan anorganik untuk membasmi hama tanaman, karena hewan yang menguntungkan juga ikut mati.

Penyerbukan tanaman kakao

Penyerbukan pada tanaman kakao dapat secara alami (angin) dan serangga seperti semut bersayap dan beberapa jenis lebah, penyerbukan yang dibantu oleh serangga dilakukan pada malam hari. Secara umum kakao merupakan tumbuhan menyerbuk silang, walaupun demikian ada beberapa varietas kakao yang mampu melakukan penyerbukan sendiri dan menghasilkan produksi yang tinggi harga jualnya. Buah kakao yang sudah diserbuki ukurannya jauh lebih besar daripada bunganya, bentuk buah bulat memanjang dan sedikit runcing pada ujungnya, ada yang berwarna hijau, merah, dan ungu jika sudah masak akan berwarna kuning.

Pemanfaatan Flora pada tanaman Kakao

Pohon Lantoro

Kebun tanaman kakao seluas 1 ha dapat ditanami 1000 pohon pada topografi yang datar, sedangkan pada lahan terasiring hanya bisa ditanami 800 pohon. Pada perkebunan kakao tidak ditanami tanaman lain (tumpeng sari), karena dapat mengganggu produktivitas tanaman. Tetapi tanaman ini juga butuh naungan seperti pohon lantoro dan pohon kelapa.

Pemeliharaaan tanaman Kakao

Tanaman kakao dari hasil cangkok dapat berbuah dalam 1 bulan setelah cangkok, jadi petani tidak perlu menunggu terlalu lama seperti hasil tanaman dari penanaman biasa atau dari biji yang memerlukan waktu sekitar 1 tahun baru bisa berbuah. Di kebun kakao terkadang ada yang menggunakan sistem sambung kaki tiga, pertama ini bertujuan untuk meningkatkan daya serap tanaman dari dalam tanah sehingga nutrisi yang terserap bisa maksimal, kedua juga bertujuan untuk memperkokoh tanaman pada lingkungan kebun yang berangin kencang sehingga tanaman tidak roboh terbawa angin.

Untuk pemupukan tanaman kakao dilakukan dengan dosis yang sesuai umur tanaman tersebut. Tanaman ini juga memerlukan pemangkasan yang bertujuan untuk mengurangi penguapan dan agar sinar matahari dapat masuk ke tanaman, karena jika tanaman lembab maka buah bisa membusuk, pemangkasan ada 2 cara yaitu wiwilan (setiap saat) dan besar (1 x 1 tahun). Kakao dipanen saat buah masak, jika melebihi waktu masak buah akan membusuk dan merusak kualitas olahan nantinya, cara memanen kakao tidak boleh sembarangan, harus menggunakan gunting, pisau atau alat tajam yang lain dan harus disisakan 1-1,5 cm, karena jika petani memanen dengan cara diputar (umumnya) itu akan merusak tangkai buah yang akan menjadi investasi pohon untuk berbunga ditempat yang sama.

Pasca panen Kakao

Kakao diambil bijinya untuk difermentasi setelah dijemur sampai benar-benar kering kurang lebih 1  minggu. Setelah itu biji kakao difermentasi selama 5 hari. Harga jual kakao hasil fermentasi dan tidak difermentasi akan beda jauh. Setelah difermentasi baru dapat diolah dengan alat-alat yang canggih untuk dijadikan produk seperti coklat dan permen coklat.


Produk Coklat

By : Luxy dan Faisal

Artikel Terkait : TEKNIK FERMENTASI UNTUK MENINGKATKAN NILAI JUAL KAKAO KERING