Menilik Potensi pasar Tanaman Pisang Raja di Madiun

Kebun Pisang

Pisang raja (Musa sapientum) memiliki potensi pasar yang begitu luas. Itulah yang dilihat dari kacamata Bapak Samirin yang mengubah lahan sawahnya seluas 1,5 ha dari padi menjadi kebun pisang raja dan kolam ikan. Selama kurang lebih 6 tahun menekuni bisnis ini, Bapak Samirin mengaku bahwa budidaya pisang raja jauh lebih mudah dan menguntungkan ketimbang padi. Begitulah tutur Bapak Samirin kepada Mahasiswa Agroteknologi UNIDA Gontor Rabu (18/12) di area kebun miliknya di Madiun.

Diskusi di Kebun Pisang

Kunjungan Mahasiswa Agroteknologi UNIDA Gontor di sambut hangat oleh tuan rumah. Pohon pisang berjejer di belakang rumah Bapak Sariminpun menjadi tempat untuk berdiskusi yang nyaman. Meskipun dibawah teriknya matahari, tidak membuat semangat mahasiswa untuk belajar luntur begitu saja. Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan satu per satu.

Kebun ini direncanakan akan menjadi kawasan wisata edukasi, yang berisi edukasi budidaya pisang, tempat pemacingan ikan, pengolahan pisang dan ikan, dan tak kalah pentingnya terdapat beberapa spot yang cocok sebagai tempat selfi. Pisang raja yang ditanam ada 3 jenis yaitu pisang gunung (kulit tebal), pisang merah dan pisang dari sragen atau dikenal dengan pisang keraton.

Beberapa praktik budidaya yang diterapkan antara lain bibit yang diperbesar hanya dipilih satu dari tunas yang tumbuh. Penen bisa dilakukan 2 kali, Umur 5 bulan dan 2 bulan dari mulai tumbuh tunas, setalah itu ditebang dan memilih 1 dari sekitar 5 tunas yang ada untuk dijadikan indukan. Dalam pengambilan bibit, dipilih yang tua, jangan terlalu muda, dan berhati-hati jangan sampai rusak. Pengambilan bibit setelah panen baru diambil tunas bawahnya. Untuk mengambil bibit baru harus utuh jangan sampai boggolnya pecah, jika indukan rusak akan mengakibatkan pertumbuhan tidak bagus.

Pisang raja akan bagus tumbuh pada musim kemarau, selain karena mudah untuk mengatur pengairan juga baik untuk pembungaan. Kondisi tanah juga perlu diperhatikan. Bercak pada daun dan buah disebabkan karena kondisi tanah yang mengandung banyak jamur dan mikroba lainya akibat  penggunaan kompos yang berlebih.  Jadi sebaiknya tanah bersih tanpa diberi bahan lain, seperti abu dapur, cukup pemupukan diawal saja.

Dalam melakukan budidaya pisang raja Bapak Sarimin tidak sendiri. Beliau bersama dengan kelompok yang tersebar di Madiun saling membantu, bertukar ilmu dan saling bekerjasama terkait pemasaran. Sehingga sebelum panenpun, sudah banyak pesanan. Selama ini banyak dari pemerintah, pengusaha ataupun kalangan akademisi dating untuk melihat kebun pisang ini. Dinas pertanian pun membantu dalam hal budidaya. Meskipun selama ini modal dari diri sendiri tanpa bantuan pemerintah, Bapak Samirin berkomitmen untuk tetap menanam pisang.

Dengan kunjungan ini diharapakan mahasiswa bisa mendapatkan bekal ilmu dan pengalaman yang bisa dipakai dalam dunia kerja. Skill sangat penting bagi seorang mahasiswa dalam bersaing di dunia kerja ataupun bisnis. Dengan melihat secara langsung di lapangan bagaimana cara budidaya pisang raja dalam skala kebun, bisa menjadi salah satu opsi mahasiswa baik sebagai topik  penelitian ataupun bisnis.

Berita Terkait : KUNJUNGAN KE KEBUN PLASMA NUTFAH PISANG KELAS II YOGYAKARTA