PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK PADAT DAN CAIR DI UNIT PELAKSANA TEKNIS UNIDA GONTOR

Kegiatan pelatihan ini untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap untuk memperbaiki kondisi tanah agar peserta dapat menerapkan ilmunya di UPT maupun di daerah masing-masing yang tersebar di seluruh Indonsia. Materi yang disampaikan dalam pelatihan adalah pembuatan pupuk organik padatan dan cair. Sebelum pelaksanaan praktikum, diawali dengan teori tentang tanah dan bahan organik.

Bahan organik merupakan bahan bahan yang berasal dari limbah tumbuhan atau hewan atau produk sampingan seperti pupuk kandang atau unggas, pupuk hijau, dll.

Bahan Organik tanah merupakan bagian dari tanah dan mempunyai fungsi yaitu :

  • Fisika ; memperbaiki struktur tanah, memperbaiki aerasi tanah, meningkatkan daya menyangga air tanah,  menekan laju erosi.
  • Kimia ; menyangga dan menyediakan hara tanaman, meningkatkan efisiensi pemupukan, menetralkan sifat racun Al dan Fe.
  • Biologi ; sumber energi bagi jasad renik / mikroba tanah yang mampu melepaskan hara bagi tanaman.
  • Bahan organik tanah merupakan penyangga biologis tanah yang mampu menyeimbangkan hara dalam tanah dan menyediakan hara bagi tanaman secara efisien.

Bahan Organik tanah merupakan bagian dari tanah dan mempunyai fungsi yaitu :

  • Meningkatkan kesuburan tanah dan menyediakan mikro hara dan faktor-faktor pertumbuhan lainnya yang biasanya tidak disediakan oleh pupuk kimia sintetis (anorganik)
  • Tanah dengan bahan organik yang rendah, mempunyai daya sangga hara yang rendah, sehingga pemupukan kurang efisien.
  • Tanah yang subur mengandung bahan organik sekitar   3-5%.
Pelatihan Pupuk Organik

Praktikum pembuatan pupuk organik padatan (Bokhasi) dengan cara pencampuran bahan utama berupa kotoran sapi ditambahkan bekatul dan mikroba MA11 yang telah dilarutkan dengan air dan dosis yang digunakan 1 liter MA 11 untuk 1 ton bahan organik.

Pembahasan pembuatan pupuk organik cair teori dan praktik. Bahan-bahan pembuatan pupuk organik bisa memanfaatkan sumberdaya/potensi yang dimiliki di sekitar kita sesuai dengan kebutuhan kita/petani. Bahan-bahan yang bisa digunakan diantaranya dedaunan tanaman legum, air kelapa, urine ternak untuk sumber nitrogen (N), Pemanfaatan gedebog pisang untuk unsur P dan serabut kelapa untuk unsur KCl.

Kegiatan pelatihan pembuatan pupuk organik di dalam rangka Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK). Tim PPUPIK : Umi Isnatin SP.MP. dan Use Etica, SP.MMA.

Penulis : Admin Web Agrotek