Pemanfaatan Cendawan dalam mengendalikan Populasi Hama Pertanian

Pemanfaatan agen hayati untuk mengendalikan hama pertanian sudah mulai di lirik oleh petani. Salah satu penyebab petani mulai beralih ke agen hayati adalah tidak efektif-nya pestisida kimia yang digunakan. Pestisida ini hanya membuat hama semakin resistant terhadap pestisida. Selain itu pestisida sintetis memiliki dampak yang berbahaya bagi lingkungan dan hasil pertanian yang terpapar pestisida dapat memberikan gangguan kesehatan bagi yang memakannya.

Salah satu agen hayati yang dapat digunakan untuk mengendalikan hama adalah cendawan entomopatogen Cordyceps militaris. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Ginting (2015) bahwa dengan aplikasi 25 gram media jagung berisi C. militaris yang dicampur dengan 100 ml air dapat memberikan mortalitas sebesar 100% pada ulat api pada hari ke-6. Sumber dari cendawan ini dapat ditemukan pada serangga yang telah terinfeksi dan kemudian diperbanyak dalam media padat seperti jagung (Ginting et al, 2015) dan bekatul (Ramdhani et al, 2016) yang telah dikukus. Untuk produksi skala besar di Laboratorium dapat menggunakan media cair yang mengandung C, N dan ion anorganik.

Cendawan Entomopatogen Cordyceps militaris
Ulat Api

Terdapat empat fase infeksi C. militaris ke dalam tubuh inangnya, tahap pertama adalah inokulasi, kontak pertama antara propagul jamur dengan tubuh inangnya. Tahap kedua adalah penempelan dan perkecambahan propagul jamur pada integumen serangga. Tahap ketiga adalah penetrasi dan invasi yang mana cendawan mulai menembus integumen serangga dan membentuk tabung kecambah (appresorium). Dan tahap terakhir adalah destruksi pada titik penetrasi dan terbentuknya blastospora yang kemudian beredar ke dalam hemolimfa dan membentuk hifa sekunder untuk menyerang jaringan lainnya. Setelah serangga mati jamur akan tumbuh disekitar tubuh inang (Freimoser et al, 2003).

Larva serangga yang terkena mumifikasi adalah akan berubah warna menjadi hitam dan tekstur larva berubah menjadi keras, setelah itu permukaan larva akan berubah warna menjadi putih. Salah satu gejala hama yang telah terserang akan naik ke atas permukaan daun. menurut pakar sifat hama ini untuk menghindari jamur tersebut tersebar ke individu lainnya.

Di Cina jamur ini dijadikan sebagai pengobatan tradisonal. Penelitian yang dilakukan Nakamura et al (2005) bahwa cendawan ini dapat menghambat pembentukan sel tumor pada tikus percobaan.

By : Topan Adi Pondra

Artikel Terkait : Pohon Mimba; Manfa’at dan Kegunaanya