Peningkatan Mutu Pengelola Pendidikan Tinggi Berbasis Out Come

Pelatihan Kurikulum Berbasis OBE

Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Darussalam Gontor (UNIDA), bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada dan Universitas Muhamadiyah Gresik (UMG) menyelenggarakan Pelatihan Pengelolaan Perguruan Tinggi berbasis outcome pada 1-2 Juli 2019 lalu di Aula UMG, pelatihan ini mencangkup pelaksanaan Jaminan mutu baik akademik ataupun pengelolaan. Selain itu pelatihan ini juga membahas kurikulum terbaru berbasis Outcome atu sering dikenal sebagai Outcame based education (OBE).

Acara yang diikuti sekitar 40 an orang dari kedua kampus UNIDA dan UMG, sementara UGM sebagai fasilitator. “Pendidikan tinggi wajib menjalankan SPMI (standard penjaminan mutu internal) untuk mampu bersaing dengan perguruan tinggi yang lain” Papar Dr. Leni Sophia Heliani S.T, M.Sc selaku fasilitator di sesi awal pertemuan. Penjaminan mutu internal merupakan kunci pokok dalam pelaksanaan pengelolaan perguruan tinggi jika ingin bersaing dengan perguruan tinggi (PT) dunia. Penjaminan mutu ini mencakup semua lini yang ada dalam perguruan tinggi baik input, proses ataupun hasil. Dengan jaminan mutu, PT bisa melihat posisinya ada dimana dalam kedudukan di tingkat kualitas. Sehingga ia bisa menjadi titik tolak pengembangan berikutnya dimasa yang akan datang.

Kurikulum standard perguruan tinggi sekarang di indonesia diterapkan berbasis outcome (OBE) hal ini untuk menunjang pelaksanaan jaminan mutu yang berbasis dengan outcome. Kurikulum berbasis outcome ini sudah menjadi kewajiban jika kita ingin menjadikan standard mutu juga berbasis outcome. Pelaksanaan Penelitian juga harus menerapkan standard yang sama dalam Jaminan mutu.

Kurikulum OBE ini adalah kurikulum dengan menempatkan outcome sebagai acuan utama, sehingga pengukurunya adalah ketercapaian outcome atau tidak. Berbeda dengan kurikulum berbasis proses atau input dimana ketika input atau proses sudah dijalankan, outcome tidak menjadi acuan. Inilah yang menjadi pembeda kedepannya, sehingga ketika outcome sudah ditetapkan maka ukurannya adalah tercapai atau tidaknya outcome tersebut.