PERANAN MAKHLUK TAK KASATMATA (MIKORIZA) DALAM MENINGKATKAN SERAPAN NITROGEN PADA TANAMAN

Nitrogen merupakan unsur hara yang paling banyak dibutuhkan oleh tanaman, terutama untuk pembentuk asam amino dan asam nukleat. Nitrogen diserap tanaman dalam bentuk NH4, NO3 dan asam organik.

Nitrogen masuk ke dalam jaringan tanaman sebagian besar melalui akar, walaupun dapat melalui stomata daun. Akar tanaman dapat menyerap unsur nitrogen melalui serapan aktif yaitu nitrogen masuk ke dalam jaringan tanaman bersamaan dengan serapan air yang dikendalikan oleh perbedaan konsentrasi di tanah dan di tanaman. Selain itu akar juga dapat bersimbiosis dengan makhluk tak kasatmata (mikoriza dan bakteri) untuk meningkatkan serapan nitrogen.

Gambar. Mikoriza dalam jaringan akar tanaman

Proses penyerapan-nya oleh tanaman di awali dengan masuknya nitrogen ke dalam ekstra hifa makhluk tak kasatmata kemudian diangkut ke intra hifa  dan pada tempat ini nitrogen akan masuk ke jaringan tanaman melalui proses imbibisi dan agen pengangkut. Namun demikian proses serapan nitrogen oleh mikoriza tergantung kadar pospor, serapan nitrogen akan meningkat bila kadar pospor dalam tanah rendah sehingga parameter N/P sangat penting dalam mengkaji pengaruh mikoriza terhadap serapan nitrogen.

Kemampuan mikoriza dalam meningkatkan serapan nitrogen tergantung pada juga jenis mikoriza. Penelitian ( Perner et al, 2007) menyatakan bahwa mikoriza Glomus fasiculantum mampu meningkatkan serapan nitrogen dibanding mikoriza  Glomus mossae  pada lahan kayu putih ditemukan  mikoriza yang memiliki kepadatan spora yang berbeda, tetapi belum diketahui peran masing-masing mikoriza dalam serapan nitrogen. Oleh karena itu penulis mencoba melakukan penelitian pada tanaman jagung di bulan Desember 2016 sampai bulan Maret 2017 menggunakan makhluk tak kasatmata yang terdiri dari Glomus claroidem, Glomus contrictum, Gigaspora rosea, Glomus ambisporum.

Penulis bertujuan untuk mengetahui peran jenis mikoriza dalam meningkatkan efisiensi serapan nitrogen pada tanaman jagung. Hasil penelitian dapat di lihat di gambar di bawah ini:

Gambar. Efisiensi Nitrogen (M0=tanpa mikoriza, M1 M1 = Glomus claroidem, M2 = Glomus contrictum, M3 = Gigaspora rosea, M4 =  Glomus ambisporum

Peningkatan dosis pupuk nitrogen akan diikuti oleh peningkatan serapan nitrogen akibat penggunaan Glomus Mossae pada saat  kadar pospor dalam media rendah, tetapi bila kadar pospor dalam media tinggi maka peningkatan dosis nitrogen tidak diikuti oleh peningkatan serapan nitrogen, bahkan dapat menurunkan serapan pospor (Azcon et al, 2003). Mikoriza dapat meningkatkan serapan dengan adanya hifa eksternal.  Kemampuan hifa eksternal dalam menyediakan nitrogen bagi tanaman tergantung pada sumber nitrogen. Amonium lebih cepat diserap dibanding dengan nitrat (Tanaka dan Yano, 2005). Mikoriza dapat meningkatkan serapan nitrogen melalui serapan N dalam bentuk NH4 yang merupakan bahan penyusun arginin yang terdapat dalam ERM. Arginin akan di transfer ke IRM dan selanjutnya akan masuk dalam jaringan tanaman (Jin et al, 2015).

Efisiensi nitrogen tertinggi di akibatkan oleh Glomus ambisporum dan terendah diakibatkan oleh Gigaspora rosea.  Efisiensi nitrogen tergantung pada jenis mikoriza. Mikoriza yang dominan memiliki kemampuan yang rendah, tetapi yang memiliki jumlah sedikit di lapangan memiliki pengaruh yang berbeda. Sedangkan efisiensi nitrogen mengalami perbedaan tergantung jenis mikoriza, Glomus mossae dapat menurunkan efisiensi nitrogen dari 4.6% menjadi 3.6%, tetapi untuk Glomus fasiculantum dapat menaikkan efisien nitrogen dari 4.6% menjadi 6.3% dibanding kontrol (Azcon et al, 2001).  Mikoriza dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan nitrogen dengan cara mengurangi pemadatan tanah sehingga  pengambilan nitrogen dalam tanah lebih efisien (Verzeaux et al, 2017).

Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah serapan nitrogen meningkat dengan  penambahan keempat mikoriza (makhluk tak kasatmata). Efisiensi nitrogen tertinggi di akibatkan oleh Glomus ambisporum dan terendah diakibatkan oleh Gigaspora rosea.

Penulis: Dr. Parwi SP., MP