Pohon Mimba; Manfa’at dan Kegunaan Bagi Tanaman

Daun Mimba

Mimba atau Daun Mimba atau Azadirachta indica A. Juss. adalah daun-daun yang tergolong dalam tanaman perdu/terna yang pertama kali ditemukan di daerah Hindustani, di Madhya Pradesh, India. Mimba datang atau tersebar ke Indonesia diperkirakan sejak tahun 1.500 dengan daerah penanaman utama adalah di Pulau Jawa.

Tumbuh di daerah tropis, pada dataran rendah. Tanaman ini tumbuh di daerah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Madura pada ketinggian sampai dengan 300 m dpl, tumbuh di tempat kering berkala, sering ditemukan di tepi jalan atau di hutan terang.

Kandungan Zat Daun Mimba

Daun dan biji mimba mengandung beberapa komponen dari produksi metabolet sekunder yang diduga sangat bermanfaat, baik dalam bidang pertanian (pestisida dan pupuk), maupun farmasi (kosmitik dan obat-obatan). beberapa diantaranya adalah azadirachtin, salanin, meliantriol, nimbin dan nimbidin (Ruskin, 1993).

Azadirachtin sendiri terdiri dari sekitar 17 komponen dan komponen yang mana yang paling bertanggung jawab sebagai pestisida atau obat, belum jelas diketahui (Rembold, 1989). Mimba tidak membunuh hama secara cepat, namun mengganggu hama pada proses makan, pertumbuhan, reproduksi dan lainnya (Senrayan, 1997)

  1. Azadirachtin Berperan sebagai ecdyson blocker atau zat yang dapat menghambat kerja hormon ecdyson, yaitu suatu hormon yang berfungsi dalam proses metamorfosa serangga. Serangga akan terganggu pada proses pergantian kulit, ataupun proses perubahan dari telur menjadi larva, atau dari larva menjadi kepompong atau dari kepompong menjadi dewasa. Biasanya kegagalan dalam proses ini seringkali mengakibatkan kematian (Chiu, 1988)
  2. Meliantriol Berperan sebagai penghalau (repellent) yang mengakibatkan serangga hama enggan mendekati zat tersebut. Suatu kasus terjadi ketika belalang Schistocerca gregaria menyerang tanaman di Afrika, semua jenis tanaman terserang belalang, kecuali satu jenis tanaman, yaitu mimba (Sudarmadji, 1999). Mimbapun dapat merubah tingkah laku serangga, khususnya belalang (insect behavior) yang tadinya bersifat migrasi, bergerombol dan merusak menjadi bersifat solitair yang bersifat tidak merusak (informasi lisan Prof. K. Untung).
  3. Nimbin dan nimbidin Berperan sebagai anti mikro organisme seperti anti-virus, bakterisida, fungisida sangat bermanfaat untuk digunakan dalam mengendalikan penyakit tanaman (Ruskin, 1993). Tidak terbatas hal itu, bahan-bahan ini sering digunakan dan dipercaya masyarakat sebagai obat tradisional yang mampu menyembuhkan segala jenis penyakit pada manusia (Kardinan dan Taryono, 2003).

Manfaat Daun dan Biji Mimba

Daun mimba banyak sekali manfaat terutama dalam bidang pertanian. Daun mimba dapat dimanfaatkan sebagai pupuk hijau, pestisida alami dan insektisida. Pestisida alami yang terbuat dari daun miba merupakan alternatif pestisida kimia bagi petani.

Mimba Sebagai Pupuk Organik

Pupuk organik dari daun dan biji pohon mimba mengandung unsur hara yang penting bagi tanaman.

1 Kg biji mimba mengandung :

  1. Nitrogen 35,6 gr (Urea 460 gr N),
  2. Fosfor 8,3 gr,
  3. Kalium 16,7 gr,
  4. Calcium 7,7 gr,
  5. Magnesium 7,5 gr

Dibandingkan dengan pupuk kimia, seperti urea, KCL dan TSP, kandungan unsur hara dalam biji mimba memang lebih rendah. Kandungan unsur N di dalam biji mimba misalnya, hanya 1/13 dari kandungan N di dalam pupuk urea. Berarti jika tanah memerlukan 100 kg N/ha, maka jika memakai biji mimba akan diperlukan sekitar 1000/35,6 * 100 kg = 2800 kg atau 2,8 ton/ha ; suatu jumlah yang sangat banyak. Namun, daunnya dapat pula digunakan sebagai pupuk hijau untuk memperbaiki struktur tanah. Karena itu, jika tersedia, pemanfaatan daun mimba sangatlah dianjurkan. Dengan penambahan bahan organik, unsur hara akan lebih lama tersedia untuk tanaman. Dan jika urea dicampur dengan biji mimba (dengan perbandingan 90: 10), penggunaan urea akan lebih efisien.

Cara Membuat Pupuk

Cara penggunaan biji mimba yaitu dengan cara ditumbuk terlebih dahulu hingga halus. Hasil dari tumbukan biji mimba inilah yang disebut kue biji mimba, digunakan sebagai pupuk hijau berisi nitrogen, pospor dan kalium dan azadirachtin untuk mengendalikan hama.

Biji dan Daun Mimba

Mimba Sebagai Pestisida Organik

Kandungan zat Azadirachtin pada biji dan pohon mimba menjadikannya memiliki rasa yang sangat pahit. Zat tersebut efektif sebagai pestisida dan insektisida. Zat Azadirachtin tidak langsung mematikan serangga, namun memodifikasi cara kehidupan dan nafsu makannya, sehingga lama-kelamaan serangga bisa tidak aktif lagi.

Serangga yang memakan daun-daun yang disemprot dengan insektisida daun dan biji mimba akan terpengaruh oleh zat azadirachtin, tapi serangga yang menyerbukkan bunga, seperti lebah, kumbang dll tidak akan terpengaruh oleh zat azadirachtin tersebut.

Pohon Mimba

Cara Membuat Pestisida

  1. Tumbuk halus biji mimba
  2. Bungkus dengan kain 100 gr tumbukan biji mimba dan rendam dalam air selama 24 jam
  3. Saring supaya ekstraknya keluar
  4. Campur dengan air hingga jumlah air 1 liter
  5. Tambahkan 1 ml sabun
  6. Aduk sampai merata
  7. Larutan siap disemprotkan ke daun berbagai jenis tanaman yang diserang serangga

By : Abdullah Syafiq Jauhary

Artikel Terkait : Pemanfaatan Cendawan dalam mengendalikan Populasi Hama Pertanian