SOCIAL DISTANCING: LAKUKAN KEGIATAN BERMANFAAT DI RUMAH

Di saat banyak orang melakukan praktik social distancing dan membatasi diri ke luar rumah, urusan ketahanan pangan di dapur jadi tak semudah biasanya. Toko kelontong biasanya buka 24 jam kini mulai jarang, tukang sayur yang biasa wara-wiri di depan rumah, kini mulai jarang kelihatan gerobaknya. Belanja sayur secara online pun tak selalu bisa jadi solusi, mengingat ojek online pun ikut distancing. Trus apa yang harus dilakukan? Sekarang saatnya menanam sayur di halaman rumah. Tak hanya ketahanan pangan di dapur terpenuhi, tapi badan menjadi sehat karena menanam sambil olahraga dan urusan keuangan dapur menjadi hemat.

Cara Menanam Sayuran Mudah Dan Praktis

  1. Tomat
Tomat

Pembibitan

Setelah memilih biji tomat yang kualitasnya bagus. Langkah selanjutnya biji tomat disemai terlebih dahulu di kotak persemaian. Campurkan tanah dan pupuk kandangan dengan perbandingan 1:1. Benih tomat ditanam ke dalam kotak persemaian dan diletakan di tempat yang teduh, sehingga hujan tidak merusak benih.Setelah benih berumur kurang lebih 2-3 minggu, dan mempunyai 3 helai daun. Kemudian dipindahkan ke dalam pot.

Media Tanam

Pot, pastikan pot yang ingin dipakai memiliki beberapa lubang di bagian bawah untuk mempermudah aliran air. Tanah Subur, tanah yang dicampur dengan pupuk kandang atau kompos, perbandingan 1:1.

Penanaman Dan Pemeliharaan

Setelah bibit disemaikan, siapkan pot yang berisi tanah dan pupuk, kemudian masukan bibit tomat ke dalam pot tersebut. Selama masa penanaman, berikan pupuk kompos agar tomat menjadi lebih organik. Siram tanaman tomat setiap hari, dan tancapkan bambu di samping tomat sebagai media untuk merambat.

Panen

Setelah 60-90 hari sejak masa tanam, tomat sudah bisa dipanen.

2. Cabai

Cabai

Pembibitan

Cara mendapatkan bibit cabe, pilihlah bibit cabe yang masih segar, kupas cabe lalu ambil bijinya. Setelah itu jemur di bawah sinar matahari sampai kering. Cara lain untuk mendapatkan bibit cabe adalah dengan membeli bibit cabe di toko. Namun jika Anda hendak menanam cabe dalam skala kecil, lebih baik membuat bibitnya sendiri.

Penyemaian

Siapkan Polybag. Lalu masukkan tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 3:1. Biarkan pada tempat yang terlindung dari hujan dan sinar matahari selama 1 minggu. Rendam bibit dalam air hangat selama 3 jam. Lalu letakkan benih pada polybag. Tutupi benih dengan tanah kira-kira 1 cm saja kedalamannya. Tunggu hingga benih berkecambah. Kemudian mulai diperkenalkan dengan sinar matahari langsung.

Penanaman

Setelah berumur 4 minggu, pindahkan benih cabe pada polibag yang telah disiapkan. Diameter polibag minimal 30 cm. Bisa juga menggunakan ember bekas yang sudah dibersihkan. Gunakanlah perbandingan 3:2:1 dengan rincian tanah, pupuk, dan sekam mentah untuk tempat menanam.

Pemupukan

Selama masa penanaman, rajinlah memberi pupuk. Gunakan pupuk kompos sehingga cabe menjadi lebih organik.

Perawatan

Jangan lupa untuk menyirami cabai setiap hari. Dan juga seringlah melihat apakah ada tanaman lain yang tumbuh yang akan mengganggu pertumbuhan cabe. Jika ada cabut secara rutin agar cabai bisa tumbuh dengan baik.

Pemanenan

Cabai yang siap dipanen yakni bentuknya utuh, padat, berwarna merah tua. Biasanya umur panen 2,5 sampai 3 bulan.

3. Bayam

Bayam

Pembibitan

Siapkan biji benih yang akan dijadikan bibit. Biji benih tersebut dapat anda aperoleh dari tanaman bayam yang sudah tua ataupun anda dapat membelinya di toko pertanian. Ada cara lain selain menggunakan biji benih anda dapat melakukan tanam bayam dengan cara stek batang.

Media Tanam

Siapkan media tanamnya berupa campuran tanah dan pupuk kandang atau pupuk kompos. Sebelum dicampur dengan pupuk kandang atau pupuk kompos, sebaiknya tanah diremas kemudian dihaluskan lalu diayak untuk mendapatkan tanah yang halus. Jika bibit dan media tanam telah disiapkan selanjutnya siapkan tempat tanam berupa polybag atau pot tanam dengan ukuran yang sesuai. Bagian dasar polybag atau pot tanam diberi pecahan genteng untuk penahan tanah agar tidak keluar saat penyiraman. Setelah diberi dasar, masukkan media tanam yang telah disiapkan dalam polybag atau pot tersebut.

Penanaman

Selanjutnya lakukan penanaman. Jika anda ingin menanam bibit bayam dari stek batang anda dapat menggunakan polybag atau pot yang berukuran sedang. Penanaman dengan batang sangat mudah karena hanya menancapkan batang ke dalam media tanam. Jika anda melakukan penanaman melalui biji benih maka biji benih tersbut disemai terlebih dahulu di polybag semai yang berukuran kecil barulah nanti dipindahkan ke polybag yang berukuran lebih besar. Saat bibit sudah mulai tumbuh dan sudah siap dipindah tanamkan, Siapkan polybag tanam yang berukuran lebih besar dan isi polybag tersebut dengan media tanam yang sama dengan saat semai yaitu berupa campuran tanah dengan pupuk kandang atau pupuk kompos. Bibit dipindahkan secara perelahan dan hati-hati jangan sampai akarnya rusak. Jika sudah selesai penanaman, agar rapih polybag yang telah ditanami bayam disusun pada rak tanam, sebenarnya tidak juga tidak apa-apa asalkan ditempatkan pada tempat yang terkena sinar m,atahari secara langsung.

Perawatan

Perawatan yang dilakukan pada tanaman bayam yang ditanam dalam polybag tanam cukup mudah. Lakukan penyiraman secara rutin 2 kali dalam sehari yaitu pada pagi dan sore hari, lakukan juga pengontrolan pertumbuhan tanaman bayam dan juga pastikan bayam tidak terserang hama ataupun penyakit. Bila perlu lakukan pemupukan susulan agar media tanamnya semakin subur.

Pemanenan

Pemanenan tanaman bayam biasanya dilakukan sekitar umur 38-55 hari setelah pembibitan.

4. Kangkung

Kankung

Pembibitan

Sebelum menanam kangkung, perlu dipersiapkan terlebih dahulu media yang akan digunakan dengan menggemburkan tanah kemudian campur dengan pupuk kompos, lalu diamkan selama semalam. Setelah siap, maka bibit bisa mulai disebarkan dan tutup dengan menggunakan jaring-jaring. Lakukan penyiraman 2 kali sehari. Biasanya, kangkung sudah mulai tumbuh dalam waktu 5 sampai 7 hari. Namun, bagi Anda yang tidak ingin ribet, Anda bisa langsung menanam bibit kangkung di polybag atau pot tanpa proses penyemaian terlebih dahulu.

Media Tanam

Tahap selanjutnya dalam cara menanam kangkung adalah mempersiapkan pot atau polybag. Gunakanlah pot yang bawahnya berlubang atau kalau kamu menggunakan polybag, lubangi terlebih dahulu bagian dasarnya karena itu berguna sebagai resapan air. Setelah itu, Anda bisa memasukan media tanamnya. Perbandingan tanah dan kompos yaitu 2:1. Diamkan selama sehari atau dua hari, barulah bibit kangkung bisa ditanam.

Penanaman

Setelah media sudah siap, maka saatnya menanam. Jika tidak melakukan penyemaian sebelumnya, Anda tinggal menaruh bibit di dalam polybag. Tetapi, jika melakukan tahap penyemain, berarti Anda harus memindahkan tempat semaian ke pot atau polybag. Ketika melakukan pemindahan, lakukan dengan hati-hati, jangan sampai akarnya rusak. Jika akar mengalami kerusakan, maka bisa mengganggu proses pertumbuhan. Setiap pot hanya boleh diisi oleh 3 buah lubang saja dengan kedalaman 11 sampai 14 cm. Masukan dua bibit kangkung di setiap lubangnya lalu tutup lubang dengan tanah. Jangan terlalu menekan tanah karena akan membuat bibit kangkung menjadi mudah patah.

Perawatan

Merawat tanaman kangkung tidaklah sulit. Tanaman ini sangat mudah tumbuh dan tidak gampang terserang penyakit. Hanya siram kangkung 2 kali sehari, pada pagi hari dan siang hari jika musim kemarau. Jika sedang musim hujan, maka kurangi penyiraman karena akan merusak tanaman kangkung. Selalu bersihkan rumput atau gulma yang tumbuh di sekitar kangkung. Pemberian pupuk harus tetap dilakukan, sebaiknya gunakanlah pupuk organik, supaya hasilnya lebih sehat.

Pemanenan

Kangkung dapat dipanen setelah berumur 30 hari. Cara memanennya adalah bisa dicabut langsung dengan akarnya atau dipotong bagian batangnya agar bisa dilakukan 2 kali panen.

5. Selada

Selada

Pembibitan

Media semai yang digunakan adalah media semai yang lembab dapat berupa campuran tanah dan pupuk kandang atau campuran tanah dengan pupuk kompos dengan perbandingan 2 : 1. Setelah benih di semai, tutup media semai dengan mulsa dari jerami, karung, atau daun pisang agar media semai tetap lembab. Pastikan media semai tetap lembab, jika mulai kering segera siram dengan cara disemprot. Setelah 3 hingga 4 hari biasanya benih sudah mulai berkecambah dan apabila benih telah memiliki daun anda dapat membuang atau menyingkirkan penutup mulsa yang anda berikan.

Media Tanam

Selajutnya adalah menyiapkan media tanam polybag atau pot. Karena menggunakan polybag/pot anda perlu menyiapkan sekam dan pupuk kompos dengan perbandingan satu banding satu. Masukan media tanam ke dalam polybag hingga mencukupi dan campur merata. Pastikan tidak ada bagian kosong pada polybag tapi juga jangan terlalu padat untuk akar selada berkembang dan air lebih mudah mengalir.

Penanaman

Setelah bibit selada berumur sekitar 17 hari atau telah memiliki 4 hingga 5 helai daun, anda dapat melakukan pindah tanam bibit tersebut segera ke dalam pot/polybag. Karena jika tanaman bibit selada dipindahkan terlalu tua atau terlalu muda akan memiliki produktivitas yang tidak begitu optimal. Setelah penanaman selesai anda dapat memindahkan polybag atau pot tanam yang telah ditanami selada pada tempat yang mendapatkan sinar matahuari secara penuh atau bisa juga anda menggunakan rak bertingkat agar tanaman tersususn rapi.

Perawatan

Selada yang ditanam dalam pot atau polybag, membutuhkan penyiraman yang relatif sering, apabila pada cuaca kering maka penyiraman dilakukan secara rutin sebanyak 3 kali sehari yaitu pada pagi, siang an sore hari atau setidaknya lakukan 2 kali sehari yaitu pada pagi adan sore hari. Jika musim penghujan anda tidak perlu menyiramnya cukup lakukan kontrol pada polybag agar tetap lembab dan tidak tergenang air. Pemupukan selada sangatlah ringan karena tidak membutuhkan pupuk kimia sedikitpun, hanya perlu lakukan penyiranaman secara teratur dengan air bekas perendaman pupuk kandang yaitu setiap 10 hari sekali namun disarankan 5 hari sebelumnya beri air rendaman pupuk dengan pupuk organik cair.

Pemanenan

Selada biasa di panen ketika menginjak usia 2 bulan. Jika anda ingin memanen secara permanen cabut saja hingga akarnya. Namun kalau tidak anda bisa mengguntingnya pada bagian pangkal batang.

6. Bawang Daun

Bawang Daun

Pembibitan

Siapkan media semai berupa campuran tanah, pupuk kandang atau kompos dan arang sekam dengan perbandingan 3 : 1 : 1. Pilih tanah yang gembur untuk media semai agar biji bawang daun bisa tumbuh dengan baik.Siapkan tempat persemaian, bisa menggunakan ember bekas, polybag besar atau pot. Masukkan media semai kedalam wadah, siram media semai hingga basah. Tanam biji bawang daun dengan jarak yang teratur agar mudah saat melakukan pindah tanam. Biji diletakkan diatas media semai dengan jarak 3 x 3 cm kemudian urug tipis dengan tanah halus. Penyemaian bisa juga menggunakan polybag kecil. Isi polybag dengan media semai, kemudian siram dengan air. Kemudian tanam biji bawang daun, 1 biji 1 polybag. Tutup tipis biji dengan tanah halus. Tutup semaian menggunakan kardus, karung goni atau plastik hitam dan letakkan pada tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Cek persemaian setiap hari, jika media semai kering siram dengan air. Jika biji sudah berkecambah segera buka penutup persemaian. Secara bertahap benih yang sudah tumbuh diperkenalkan dengan sinar matahari. Siram bibit setiap pagi hari atau disesuaikan dengan kondisi. Jika bibit kurang subur, taburkan pupuk kandang pada media semai secukupnya. Bibit bisa dipindah ke media tanam setelah berusia 2 bulan setelah semai.

Bibit anakan bisa diperoleh dari bawang daun yang dibeli dipasar. Pilihlah rumpun yang sehat, segar dan tidak berpenyakit. Ambil anakan bawang daun yang masih kecil, pisahkan secara hati-hati supaya akar tidak rusak. Jika tidak ada anakan yang masih kecil, bisa juga menggunakan rumpun yang besar. Caranya dengan memotong daun bagian atas kemudian bisa langsung ditanam pada pot atau polybag.

Media Tanam

Beberapa hari sebelum benih siap untuk dipindah tanam, siapkan terlebih dahulu media tanam dan pot atau polybag. Selain pot dan polybag, wadah untuk menanam bawang daun bisa menggunakan botol bekas, kaleng bekas, ember bekas atau barang-barang bekas lainnya. Sebaiknya wadah yang digunakan untuk menanam bawang daun memiliki diameter minimal 15 cm agar wadah cukup untuk menampung media tanam. Media tanam yang baik untuk menanam bawang daun adalah tanah yang subur, gembur dan mengandung banyak unsur hara. Akan lebih baik lagi jika media tanam diukur dulu pH-nya, pH ideal untuk bawang daun adalah 6,5 – 7,0. Jika pH media tanam kurang dari 6,0, tambahkan kapur pertanian(dolomit) secukupnya sesuai kebutuhan.

Media tanam untuk bawang daun adalah campuran tanah, pupuk kandang atau kompos dan arang sekam. Perbandingan campuran media tanam adalah 2 : 1 : 1. Campur semua media tanam hingga rata dan biarkan selama 5 – 7 hari sebelum bibit bawang daun ditanam. Gunakan pupuk kandang yang sudah lama atau sudah difermentasi terlebih dahulu. Media tanam dalam wadah pot atau polybag cenderung lebih cepat padat, oleh sebab itu peran arang sekam sangat penting untuk menjaga media tetap gembur. Masukkan media tanam kedalam pot atau polybag yang sudah disiapkan.

Penanaman

Jika bibit dan media tanam sudah disiapkan, sekarang waktunya untuk menanam bawang daun. Ambil bibit bawang daun dari persemaian beserta akarnya. Lakukan dengan hati-hati, jangan sampai akar bibit rusak atau putus. Bibit yang disemai tanpa polybag jangan dicabut, tetapi dicongkel beserta tanah dan akarnya. Jika bibit disemai menggunakan polybag, buka polybag dengan hati-hati.

Buat lubang tanam pada media sesuai dengan ukuran bibit. Masukkan bibit dan tekan-tekan sedikit tanah disekitar bibit agar padat dan kokoh. Penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari, setelah dipindah tanam siram bibit secukupnya. Letakkan pot pada tempat teduh selama beberapa hari, kemudian perkenalkan dengan sinar matahari secara bertahap. Jika bibit yang digunakan dari anakan, bibit sebaiknya segera ditanam setelah dipisahkan dari rumpun. Banyaknya bibit yang ditanam pada setiap pot disesuaikan dengan ukuran pot.

Pemeliharaan

Siram tanaman bawang daun seperlunya, jangan sampai media tanam kering. Jangan menyiram secara berlebihan, tanaman bawang daun tidak menyukai tanah yang becek atau terlalu basah. Media tanam yang terlalu lembab dapat menyebabkan jamur dan bakteri berkembang biak dengan cepat.Lakukan penyiangan, yaitu dengan mencabuti rumput yang tumbuh pada media tanam. Jika dibiarkan rumput atau gulma dapat mengganggu pertumbuhan tanaman karena terjadi persaingan dalam mendapatkan unsur hara. Penanggulangan hama atau penyakit tanaman bawang daun dalam pot sebaiknya dilakukan secara manual, yaitu dengan memungut langsung hama yang menyerang dan memusnahkannya. Jika tanaman terserang penyakit, misalnya penyakit layu atau busuk akar, segera pindahkan jauh-jauh atau memusnahkan tanaman tersebut agar tidak menular ketanaman lainnya yang masih sehat. Jika penyakit hanya menyerang bagian daun saja, potong bagian daun tersebut kemudian dibuang jauh dari lokasi.

Pemupukan

Untuk pupuk kandang sebaiknya menggunakan pupuk kandang yang sudah lama / matang atau pupuk fermentasi. Sebelum digunakan pupuk kandang dihaluskan terlebih dahulu agar mudah diserap oleh akar tanaman. Taburkan pupuk kandang secukupnya pada media tanam, pupuk ditabur melingkar mengelilingi rumpun bawang daun. Pupuk kandang diberikan ketika tanaman bawang daun berumur 3 minggu setelah tanam dan diulangi setiap 3 minggu sekali. Jika menggunakan pupuk ZA atau Urea, pupuk bisa ditabur pada media tanam atau dikocorkan. Taburkan 1 sendok teh pupuk ZA atau Urea pada media tanam. Pupuk ditabur melingkar pada tepi dinding pot dan jauh dari pangkal batang. Selain ditaburkan, pupuk ZA atau Urea bisa juga dikocorkan. Caranya dengan melarutkan 1/2 sendok teh pupuk dengan 500 ml liter air. Kemudian dikocorkan pada media tanam. Pupuk ZA atau Urea diberikan pada minggu ke 3 setelah tanam dan diulangi setiap 3 minggu sekali atau disesuaikan dengan kondisi tanaman.

Pemanenan

Yang terakhir tentu saja adalah panen bawang daun. Bawang daun bisa dipanen setelah berusia 75 hari setelah pindah tanam. Bawang daun yang sudah siap dipanen ditandai dengan jumlah rumpunnya yang sudah banyak, daunnya berwarna hijau tua, daunnya sedikit keras dan daun paling bawah sudah mulai menguning. Untuk skala hobi, bawang daun bisa dipanen beberapa kali. Pilihlah bawang daun yang paling tua untuk dipanen lebih dulu dengan cara memotong bagian pangkal batang. Biarkan anakan yang masih kecil agar terus tumbuh dan bisa dipanen dikemudian hari.

by : Muhammad

Artikel Terkait : Corona Virus : Cara virus corona menyerang korbannya