University Putra Malaysia Belajar Wakaf Pertanian Di UNIDA Gontor

Foto Bersama Usai Sharing Wakaf Pertanian

Tanggal 31 Maret hingga 1 April adalah waktu yang bersejarah bagi 15 mahasiswa mahasiswi University Putra Malaysia. Selama tiga hari yang padat mereka belajar tentang pengelolaan wakaf produktif di lingkup Pondok Modern Gontor. Sejak hari pertama mereka bertukar fikiran dengan pengelola Pondok Modern Gontor Putri 1 Di Mantingan Ngawi, untuk mengenal kehidupan di Kampus Putri. Selain itu mereka juga belajar tentang pengelolaan wakaf di pesantren putri mulai dari penyediaan alat kebutuhan sehari hari di Latansa Department store, pengelolaan asrama dan wisma, pengeloaan dapur umum hingga pengelolaan produk pertanian. Selama sehari penuh mereka menyelami kehidupan di pesantren putri yang notabene asing bagi mereka.

Di hari kedua mereka berdiskusi banyak dengan keluarga mahasiswa Malaysia di Unida Gontor. Diskusi yang dilakukan sampai malam tersebut di ikuti oleh mahasiswa dan mahasiswi dari Kolej lima belas tersebut nampak meriah dan hangat. Keluarga Mahasiswa Malaysia menjelaskan denga penuh antusias tentang kegiatan mereka di UNIDA Gontor. Ragam kegiatan mereka sampaikan dalam bentuk slide, video dan pemaparan menarik. Pertanyaan demi pertanyaan mereka lontarkan dan mendapat jawaban dengan hangat dan tepat. Meski acara sampai larut malam mereka antusias mendengarkan pemaparan dan penjelasan satu demi satu kegiatan.

Hari ketiga 15 mahasiswa dan mahasiswa dari Kolej Lima Belas UPM melakukan diskusi tentang Pengelolaan wakaf dan Wakaf produktik pertanian yang dimiliki oleh Pondok Gontor. Dalam pemaparan wakaf produktif pertanian, Ustadz Use Etica M.M.A selaku pemateri menyampaikan tentang visi keumatan pondok Gontor dalam pengelolaan wakaf. Ada lebih dari lebih dari 1000 hektare lahan wakaf produktif yang dikelola oleh Pondok Gontor.Hampir semua lahan adalah lahan pertanian yang masih produktif dan tak kurang dari 200 orang disekitar pondok Gontor telah mendapatkan manfaat langsung. Hal yang menarik bagi mahasiswa UPM bahwa wakaf yang mereka kenal ternyata disini jauh berbeda kenyataanya, wakaf dikelola dan dikembangkan berdasar kemampuan Pondok.

Berita Terkait : Gontor Agrotech Science Journal Menuju Jurnal Bereputasi Internasional