Zakat Hasil Pertanian; Penerima Dan Manfaatnya

ZAKAT PERTANIAN

Zakat hasil pertanian merupakan salah satu jenis zakat mal. Barangnya meliputi hasil tumbuh-tumbuhan atau tanaman yang bernilai ekonomis seperti biji-bijian, umbi-umbian, sayur-mayur, buah-buahan, rumput-rumputan, dedaunan, dll.

NIZAB HASIL PERTANIAN

Nisab adalah batas terendah yang telah ditetapkan secara syar’i yang menjadi pedoman untuk menentukan kewajiban mengeluarkan zakat bagi yang memiliki harta dan telah mencapai ukuran tersebut. Nisab hasil pertanian adalah 5 wasq atau setara dengan 750 kg. Apabila hasil pertanian termasuk makanan pokok, seperti beras, jagung, gandum, kurma, dll, maka nishabnya adalah 750 kg dari hasil pertanian tersebut. Pendapat lain menyatakan 815 kg untuk beras dan 1481 kg untuk yang masih dalam bentuk gabah. Akan tetapi, jika hasil pertanian itu bukan merupakan bagian dari makanan pokok, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, daun, bunga, dll, maka nisabnya disetarakan dengan nilai nisab dari makanan pokok yang paling umum di daerah (negeri).

BESARAN ZAKAT ATAU KADAR ZAKAT PERTANIAN

Kadar zakat untuk hasil pertanian, apabila diairi dengan air hujan, atau sungai (pertanian tadah hujan) maka 10%, apabila diairi dengan cara disiram atau irigasi (pertanian beririgasi) maka zakatnya 5%. Dari ketentuan ini dapat dipahami bahwa pada tanaman yang disirami zakatnya 5%. Artinya 5% yang lainnya didistribusikan untuk biaya pengairan. Imam Az Zarqoni berpendapat bahwa apabila pengolahan lahan pertanian yang diairi dengan air hujan (sungai) dan disirami (irigasi) dengan perbandingan 50;50, maka kadar zakatnya 7,5% (3/4 dari 1/10). Pada sistem pertanian saat ini, biaya tidak sekadar air, akan tetapi ada biaya lain seperti pupuk, insektisida, dll. Maka untuk mempermudah perhitungan zakatnya, biaya pupuk, insektisida dan sebagainya diambil dari hasil panen, kemudian sisanya (apabila lebih dari nishab) dikeluarkan zakatnya 10% atau 5% (tergantung sistem pengairannya).

Zakat Pertanian

WAKTU PENGELUARAN ZAKAT

Untuk mengeluarkan zakat hasil pertanian tidak perlu menunggu masa kepemilikan selama satu tahun. Waktu mengeluarkan zakat adalah ketika tiba masa panen. Namun ada sebagian orang yang lebih suka berzakat mal pada bulan Ramadhan bersamaan dengan zakat fitrah. Hal tersebut tidak masalah asalkan masih dalam satu tahun masa panen karena kalau sudah lewat tahun berikutnya maka dikhawatirkan petani sudah lupa untuk menunaikan zakat hasil pertanian.

MANFAAT ZAKAT

Membersihkan Dan Mensucikan Harta Dan Jiwa

Dalam harta yang kita miliki ada hak orang lain. Maka sudah selayaknya kita sebagai umat muslim menyisihkan sebagian harta untuk diberikan kepada mereka yang membutuhkan. Berzakat akan membersihkan dan mensucikan harta dan jiwa kita. Usai menunaikan zakat, hati tentu menjadi lebih tenang dan tentram.

Pengendalian Diri

Kecintaan pada harta dan duniawi secara berlebihan akan membuat seseorang menjadi sombong dan kufur nikmat. Zakat bisa dimanfaatkan sebagai sarana pengendalian diri. Dengan membayar zakat, kamu akan lebih mampu mengontrol dan membiasakan diri sesederhana mungkin dalam membelanjakan harta.

Bentuk Keimanan Seseorang Pada Tuhannya

Berzakat merupakan salah satu wujud keimanan seorang muslim kepada Tuhannya. Amalan ini akan mengasah kepekaan sosial, menumbuhkan akhlak mulia, serta menghindari sifat kikir, rakus, serta materialistis.

Melatih Pengelolaan Finansial

Zakat bisa menjadi sarana melatih pengelolaan finansial. Kebiasaan menghitung anggaran secara rinci akan menyelamatkan mu dari pemborosan. Hasilnya, kondisi keuangan akan lebih stabil.

Melatih Sikap Tolong-menolong Antar Sesama

Membayar zakat merupakan cara langsung untuk membantu orang lain yang kurang mampu secara ekonomi. Hal ini juga akan menumbuhkan sikap tolong-menolong antar sesama, tidak hanya di kalangan umat muslim.

Membantu Pemerintah Dalam Pengentasan Kemiskinan

Status dan latar belakang ekonomi yang berbeda di masyarakat berpotensi menciptakan kesenjangan sosial. Zakat adalah sarana yang sangat efektif untuk mencapai keadilan sosial dan memotong jurang pemisah antara si kaya dan si miskin. Lewat zakat, kita juga bisa ikut mensukseskan program pemerintah dalam program pengentasan kemiskinan.

PENERIMA ZAKAT

Adapun Orang Yang Berhak Menerima Zakat Sebagai Berikut :

  1. Orang fakir: orang yang amat sengsara hidupnya, tidak mempunyai harta dan tenaga untuk memenuhi penghidupannya.
  2. Orang miskin: orang yang tidak cukup penghidupannya dan dalam keadaan kekurangan.
  3. Pengurus zakat: orang yang diberi tugas untuk mengumpulkan dan membagikan zakat.
  4. Mualaf: orang kafir yang ada harapan masuk Islam dan orang yang baru masuk Islam yang imannya masih lemah.
  5. Memerdekakan budak: mencakup juga untuk melepaskan muslim yang ditawan oleh orang-orang kafir.
  6. Orang berutang: orang yang berutang karena untuk kepentingan yang bukan maksiat dan tidak sanggup membayarnya. Adapun orang yang berutang untuk memelihara persatuan umat Islam dibayar hutangnya itu dengan zakat, walaupun ia mampu membayarnya.
  7. Pada jalan Allah (sabilillah): yaitu untuk keperluan pertahanan Islam dan kaum muslimin. Di antara mufasirin ada yang berpendapat bahwa fisabilillah itu mencakup juga kepentingan-kepentingan umum seperti mendirikan sekolah, rumah sakit dan lain-lain.
  8. Orang yang sedang dalam perjalanan yang bukan maksiat mengalami kesengsaraan dalam perjalanannya.

Artikel Terkait : Perbedaan Zakat, Infaq dan Shadeqah