KAJIAN KESUBURAN TANAH UNTUK MENGAMBIL SUATU KEBIJAKAN

Bagaimana Tanah Yang Subur?

Tanah dikatan subur apabila fase padat mengandung cukup unsur hara dan cukup air serta udara bagi pertumbuhan tanaman. Apabila ruang-ruang pori yang terdapat diantara pertikel-pertikel padat menyebar sedemikian rupa sehingga dapat menyediakan air yang cukup untuk pertumbuhan tanaman dan pada waktu yang bersamaan memungkinkan aerasi yang cukup pada air, maka tanah itu dinilai mempunyai hubungan air dan udara yang cocok.

Banyaknya unsur hara di dalam tanah tidak menjamin tanaman dapat tumbuh dengan baik dan berproduksi tinggi, tetapi tergantung juga dari hubungan air dan udara yang memungkinkan tanaman dapat mempergunakan unsur hara tersedia secara efisien. Sifat fisik tanah dapat digambarkan dengan kajian tekstur tanah sedangkan sifat kimia tanah dapat digambarkan kajian dengan nilai pH, KTK dan unsur-unsur hara yang ada di dalam tanah.

Tanah dikatakan subur perlu dikaji terlebih dahulu diantarannya : 1. Tekstur tanah, 2. Reaksi tanah  (pH), 3. Kapasitas tukar kation (KTK), 4. Kandungan C-Organik, 5. Kandungan nitrogen (N), 6. Kandungan fosfat (P), 7. Kandungan kalium (K), 8. Kandungan natrium (Na), 9. Kandungan calsium (Ca), 10. Kandungan magnesium (Mg).

Fungsi kajian kesuburan tanah adalah untuk mengambil suatu kebijakan dalam meningkatkan kesuburan tanah di wilayah tertentu. Seperti study kasus di kabupaten Madiun yang telah melakukan kajian kesubutan tanah untuk tanaman pangan sehingga Kabupaten Madiun perlu melakukan langkah sebagai berikut; 1. Pengolahan tanah, 2. Pengolahan air dan perbaikan drainase, 3. Menambahkan kapur pertanian (kaptan) atau dolomit, 4. Penambahan pupuk yang mengandung Mg, 5. Penambahan pupuk organik dan dikombinasikan dengan pupuk anorganik. (lebih detil bisa di lihat di link : https://jurnal.fp.uns.ac.id/index.php/semnas/article/view/1512)

Artikel Terkait : Peran Mikrobia Penambat N Terhadap Pertumbuhan Tanaman