KUPAS TUNTAS ZAKAT FITRAH DI BULAN RAMADHAN

Zakat Fitrah

Zakat fitrah adalah zakat yang diwajibkan atas setiap jiwa baik lelaki dan perempuan muslim yang dilakukan pada bulan Ramadhan atau menjelang hari raya Idul Fitri.

Selain untuk mensucikan diri setelah menunaikan ibadah di bulan Ramadhan, zakat fitrah juga dapat difungsikan sebagai bentuk kepedulian terhadap orang yang kurang mampu, membagi rasa kebahagiaan dan kemenangan di hari raya yang dapat dirasakan semuanya termasuk masyarakat miskin yang serba kekurangan.

Orang Yang Wajib Zakat Fitrah

Bagi umat Muslim yang mampu baik laki-laki, perempuan, dewasa, maupun anak-anak wajib melaksanakan zakat fitrah pada bulan Ramadhan. Sebagaimana hadis Ibnu Umar ra, “Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas umat muslim; baik hamba sahaya maupun merdeka, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar. Beliau saw memerintahkannya dilaksanakan sebelum orang-orang keluar untuk shalat.” (HR Bukhari Muslim).

Ada pertanyaan, bagaimana ketentuan zakat fitrah bagi bayi baru lahir dan orang tua yang tidak mampu membayar zakat fitrah?. Bagi bayi menurut MUI (Majelis Ulama Indonesia) Anak yang lahir sebelum azan Maghrib 1 Syawal (Idul Fitri) wajib dikeluarkan zakat fitrahnya, yang melaksanakan adalah orang tuanya. Bagi orang tua yang tidak mampu, yang melaksanakannya adalah keluarga atau orang terdekatnya.

Orang Yang Berhak Mendapatkan Zakat Fitrah  

Orang yang membayar zakat biasanya disebut dengan muzaki. Sedangkan orang yang berhak menerima zakat biasanya disebut dengan mustahik.

Mustahik terdiri dari delapan golongan, yaitu:

  1. Fakir, yaitu mereka yang hampir tidak memiliki apa-apa sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidupnya
  2. Miskin, yaitu mereka yang memiliki harta namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar kehidupannya.
  3. Amil, yaitu mereka yang mengumpulkan dan mendistribusikan zakat.
  4. Muallaf, yaitu mereka yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan untuk menguatkan dalam tauhid dan syariah;
  5. Hamba sahaya, yaitu budak yang ingin memerdekakan dirinya;
  6. Gharimin, yaitu orang yang berhutang untuk kebutuhan hidup dalam mempertahankan jiwa;
  7. Fisabilillah, yaitu orang yang berjuang di jalan Allah; dan
  8. Ibnu sabil, yaitu orang yang kehabisan biaya di perjalanan dalam ketaatan kepada Allah.

Tempat Menunaikan Zakat Fitrah

Tempat pembayaran zakat fitrah ada dua pendapat yaitu pendapat pertama disesuaikan dengan lokasi harta seseorang, sedangkan pendapat kedua disesuaikan dengan tempat keberadaan orang tersebut. Sebagaimana di jelaskan Imam An Nawawi dalam Al Majmu’ Syarh Al Muhadzdzab ” Jika saat tibanya kewajiban zakat fitrah seorang berada di sebuah daerah, demikian hartanya juga berada di daerah yang sama, maka dia wajib menunaikan zakat fitrahnya di daerah tersebut. Namun jika dia berada di suatu daerah sementara harta bendanya di daerah lain, mana yang menjadi pilihan tempat pengeluaran zakat fitrah? Ada dua pendapat dalam Mazhab Syafi’i, satu menyatakan ditunaikan di daerah dimana harta seorang berada, sebagaimana zakat maal. Namun pendapat yang lebih kuat adalah pendapat kedua, zakat fitrah ditunaikan di tempat dimana seorang berada.”  

Zakat fitrah dapat dibayarkan langsung oleh muzaki langsung kepada mustahik. Selain itu, zakat juga bisa dapat dibayarkan kepada sebuah lembaga atau badan amil zakat sebagai perantara, kemudian lembaga atau badan tersebut menyalurkannya kepada mustahik.

Waktu Menunaikan Zakat Fitrah

Zakat fitrah merupakan amalan ibadah yang memiliki batas waktu. Perlu diketahui, zakat fitrah itu berbeda dengan sedekah. Sedekah tidak memiliki batasan waktu dan nominal. Sedangkan zakat fitrah memiliki batasan waktu dan nominal.

Adapun waktu dan hukum zakat fitrah yaitu sebagai berikut.

  • Waktu Mubah
    Waktu mubah ini yakni dapat dilakukan pada awal Bulan Ramadhan hingga akhir penghabisan Ramadan.
  • Waktu Wajib
    Waktu wajib ini yakni waktu saat terbenamnya matahari di hari penghabisan puasa Ramadhan atau malam menjelang perayaan Idul FItri.
  • Waktu Sunah
    Selain waktu mubah dan waktu wajib, ada juga waktu sunah. Waktu Sunah ini adalah waktu saat Salat Subuh atau sebelum pelaksanaan Salat Idul Fitri.
  • Waktu Makruh
    Waktu Makruh ini yaitu zakat fitrah yang dilakukan setelah pelaksanaan shalat Idul Fitri dan sebelum terbenamnya matahari pada perayaan Idul Fitri.
  • Waktu Haram
    Waktu Haram ini yaitu waktu yang diharamkan membayar zakat fitrah setelah terbenamnya matahari pada perayaan Idul Fitri.

Jumlah atau Besaran Zakat Fitrah

Jumlah atau besaran zakat fitrah bila menggunakan beras adalah 2,5 kg atau 3,5 liter. Namun, beras atau makanan pokok tersebut, juga dapat diganti dalam bentuk uang senilai 2,5 kg atau 3,5 liter beras. Kualitas beras atau makanan pokok juga harus sesuai kualitas beras yang dikonsumsi kita sehari-hari. Standar yang dipakai dalam zakat fitrah 2,5 kilogram beras dengan harga beras setempat.

Ilustrasi Gambar Zakat Fitrah Menggunakan Beras Atau Uang

Niat Menunaikan Zakat Fitrah

Adapun bacaan niat membayar zakat fitrah sebagai berikut:

  • Niat zakat fitrah untuk diri sendiri
    Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an nafsi fardhan lillahi ta’ala.
    Artinya:
    “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri fardhu karena Allah Taala.”
  • Niat zakat fitrah untuk pasangan (istri):
    Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an zaujati fardhan lillahi ta’ala
    Artinya:
    “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku fardhu karena Allah Taala.”
  • Niat zakat fitrah untuk anak laki-laki:
    Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an waladi fardhan lillahi ta’ala
    Artinya:
    “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku … (sebutkan nama anak laki-laki pemberi zakat fitrah), fardhu karena Allah Taala.”
  • Niat zakat fitrah untuk anak perempuan:
    Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an binti fardhan lillahi ta’ala
    Artinya:
    “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku … (sebutkan nama anak perempuan pemberi zakat fitrah), fardhu karena Allah Taala.”
  • Niat zakat fitrah untuk satu keluarga:
    Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri anni wa an jami’i ma yalzimuniy nafaqatuhum syar’an fardhan lillahi ta’ala
    Artinya:
    “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku fardhu karena Allah Taala.”

Penulis Admin Web Agroteknologi

Link Referensi

  1. https://baznas.go.id/zakatfitrah
  2. https://www.kompas.com/tren/read/2021/04/24/203200365/bagaimana-ketentuan-zakat-fitrah-untuk-bayi-baru-lahir-?page=all
  3. https://www.dream.co.id/your-story/tempat-bayar-zakat-fitrah-domisili-atau-asal-1905239.html
  4. https://www.hukumonline.com/klinik/detail/ulasan/lt5eafc120ad93a/bayar-zakat-melalui-baznas–haruskah/
  5. https://www.suara.com/news/2021/04/20/153516/kapan-waktu-mengeluarkan-zakat-fitrah?page=all
  6. https://www.tribunnews.com/ramadan/2020/05/21/berapa-jumlah-zakat-fitrah-bisa-berupa-beras-25-kg-atau-uang-tunai-berikut-golongan-penerimanya?page=2
  7. https://www.merdeka.com/trending/bacaan-niat-menerima-zakat-fitrah-dan-doanya-saat-membayar-ketahui-agar-berkah.html?page=all

Artikel terkait :

  1. KEUTAMAAN BAGI ORANG YANG BERPUASA DI BULAN RAMADHAN
  2. Perbedaan Zakat, Infaq dan Shadeqah
  3. Zakat Hasil Pertanian; Penerima Dan Manfaatnya