PROGRAM PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN (PPK) BAGI MAHASISWA

Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) melaksanakan suatu program dengan misi menghasilkan wirausaha-wirausaha baru dari kampus, melalui program terintegrasi dengan kreasi metode yang diserahkan sepenuhnya kepada perguruan tinggi melalui Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK). Universitas Darussalam Gontor merupakan salah satu yang mendapatkan Amanah untuk mengelola program tersebut. Universitas melalui LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian ke Masyarakat) yang diketuai oleh Dr. Muh. Fajar Pramono, M.Si melimpahkan secara teknis kepada GATC (Gontor Agrotech Training Center).

Gontor Agrotech Training Center (GATC) merupakan salah satu wadah kegiatan mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi untuk berlatih dan memulai usaha sejak saat menjadi mahasiswa. Kegiatan PPK kali ini dikemas dalam kegiatan “Agricultur Start up” ada beberapa kegiatan agribisnis diantaranya; budidaya jamur tiram coklat, budidaya ikan lele, budidaya magot, budidaya tanaman pisang dan domba (integrasi pisang domba), olahan aloevera, mie wulan, kripik belut, dan cake nanas.

Kelompok Budidaya Sayuran

Ketua kelompok mahasiswa budidaya sayuran yaitu Luxi mengatakan Prospek bisnis (agribisnis) budidaya sayuran sangat baik seiring dengan meningkatnya permintaan sayuran bagi masyarakat sehingga menjadi peluang usaha dan umur relatif singkat terutama sayuran bayam dan kangkung.

Kegiatan budidaya tanaman sayuran yang dilakukan oleh kelompok luxy ini dilakukan di lahan praktikum Agroteknologi Unida Gontor. Kegiatan usaha tersebut untuk memenuhi kebutuhan sayur di dapur-dapur Unida Gontor dan pasar tradisional yang berada di sekitar kampus Unida Gontor.

Kelompok Budidaya Lele

Budidaya ikan lele merupakan  salah satu kegiatan di GATC, kegiatan budidaya ikan lele yang terus berkembang dikarenakan teknologi budidaya yang relatif mudah dipahami oleh masyarakat. Faisal sebagai ketua kelompok mahasiswa menerangkan budidaya ikan lele yang sedang berkembang dalam sistem bioflok dengan pengertian sebagai gumpalan (flok) dari berbagai campuran heterogen mikroba, partikel, polimen organik, koloid dan kaiton yang saling berinteraksi dengan sangat baik di dalam air.

Kegiatan kewirausahaan budidaya lele dan pemasaran sudah berjalan rutin kata Faisal sebagai pemasok kebutuhan lele di dapur umum Unida Gontor setiap hari kamis dengan kebutuhan 60 Kg – 75 Kg.

Kelompok Budidaya Pisang dan Domba

Integrasi budidaya pisang dan domba dengan cara memanfaatkan rumput yang tumbuh disekitar tanaman pisang serta pelepah pisang untuk pakan domba, sedangkan kotoran domba digunakan  sebagai pupuk organik yang diberikan pada tanaman pisang tersebut.

Zakiki mengatakan (Ketua Kelompok Mahasiswa) dalam usaha budidaya tanaman pisang dan domba mempunyai konsep integrasi untuk memanfaatkan lahan yang sama dengan waktu yang sama dengan dua kegiatan yaitu; budidaya tanaman pisang dan domba, untuk mengurangi biaya produksi terutama ternak domba dari biaya pakan, karena pakan bisa dicukupi dari pemanfaatan rumput yang tumbuh di lahan tanaman pisang, sehingga usaha tersebut cukup efisien dan mempunyai prospek usaha yang cukup baik.

Kelompok Budidaya Jamur

Budidaya jamur tiram coklat merupakan salah satu kegiatan GATC sebagai rintisan usaha kelompok bagi mahasiswa, kelompok mahasiswa jamur tiram ini sebagai ketua kelompok adalah Ilham, kata ilham jamur tiram coklat mempunyai kelebihan dibandingkan jamur tiram putih diantaranya rasa lebih enak dan harga lebih mahal, Jamur tiram coklat mulai tumbuh dan dipanen umur 40 hari setelah penanaman miselium dalam baglog atau masa pemeliharaan dan masa panen 3-4 bulan.

Ilham menambahkan Jamur tiram coklat (p.cystidiosus) dan jamur tiram putih varietas Grey oyster merupakan salah satu jenis dari jamur tiram yang mempunyai keunggulan yang berbeda dengan jamur tiram yang lainnya. Jamur tiram coklat mempunyai daya tahan lama, tekstur tubuh yang tebal dan kadar air yang sedikit.

Kelompok Budidaya Magot

Kelompok mahasiswa budidaya Magot, saat ini kata Safiq (ketua kelompok mahasiswa) Magot memiliki peluang usaha yang sangat besar, karena usaha peternak dan perikanan yang membutuhkan Magot terus meningkat, Magot sebagai pakan yang sangat baik untuk peternakan dan perikanan.

Safiq melanjutkan Magot merupakan bahan pakan yang mengandung protein tinggi, komponen protein pada Magot memiliki peranan sangat penting untuk proses pertumbuhan ternak atau ikan. Magot yang terbaik untuk dibudidayakan sebagai pakan adalah dari jenis BSF yang berasal dari keluarga Stratiomydae dari daerah tropis. Siklus hidup Magot terdiri dari 5 fase yaitu; telur, larva, prepupa, pupa dan dewasa. Lama siklus hidup antara 38-41 hari. Pakan Magot sangat mudah yaitu dari limbah organik rumah tangga dan limbah pengolahan makanan.

Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK) merupakan program Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan 2021, dengan judul “Agricultur Start up” yang diselenggarakan oleh Gontor Agrotek Training Center (GATC) diketuai oleh Niken Trisnaningrum, SP., MSi. dengan anggota; Use Etica,SP., MMA. Faisal Reza,ST., MT. dan Devi Urianti S.TP., MTP.