SAMBANG KE WISATA SAWAH LUNGGUH (WSL)

Rabu (15/09) keluarga program studi (staff, tenaga pendidik maupun dosen) Agroteknologi Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor berkesempatan sambang ke Wisata Sawah Lungguh (WSL) di Desa Bareng, Kecamatan Pudak, Ponorogo-Jawa Timur. Maksud sambang kali ini, tidak lain adalah melanjutkan kembali program pengabdian di WSL.

Selain bincang santai ditemani secangkir kopi serta mendoan khas UMKM di WSL, penanaman serai merah serta koordinasi bersama perangkat desa dan pengelola WSL adalah  agenda utama. Sekitar 600 serai merah diserahkan oleh prodi Agroteknologi UNIDA kepada para petani yang dimanfaatkan untuk WSL maupun masyarakat lokal.

Serah Terima Tanaman Serai Merah

Pasca penanaman hampir 100 serai merah, agenda berlanjut ke forum koordinasi. Bapak Sunaryo selaku Camat Pudak turut hadir di forum guyub rukun ini. “Saya mengucapkan terima kasih atas kedatangan Bapak/Ibu Dosen UNIDA di WSL ini, mudah-mudahan partisipasi dan kontribusi Bapak/Ibu sekalian memberikan kemajuan bagi WSL ini” tandasnya. Tak ketinggalan, Kepala Desa Bareng, Bapak Yahudi turut menyampaikan wejangan dan harapannya, “Perlu kerja sama dan koordinasi yang terus-menerus untuk mengembangkan WSL ini sehingga ke depan banyak yang berkunjung, fasilitas-fasilitas yang diminta Pak Camat, salah satunya Mushola sedang kami bangun juga untuk kenyamanan WSL ini”.

Forum Koordinasi Bersama Pengurus WSL

Bapak Muhammad, S.P., M.P. selaku Kaprodi Agroteknologi pun urun rembuk, “Menurut saya aspek manajemen perlu diperbaiki dan ditingkatkan step by step ke depan” ujar beliau. Benar adanya bahwa WSL ini perlu pembenahan, perbaikan dan perawatan di berbagai komponen. Hal ini tentu menjadi tantangan bagi stakeholder yang terlibat dalam WSL ini. Tepat pukul 13.30 WIB forum koordinasi dipungkas sekaligus menandakan usainya agenda pengabdian tersebut.

Bagi yang belum tahu tentang wisata WSL ini segelintir tentangnya; Bareng, merupakan sebuah desa di Kecamatan Pudak Kabupaten Ponorogo yang terkenal dengan potensi alam persawahan yang alami dan asri. Sawah Lungguh, menyebut namanya, maka bayangan kita akan dibawa pada sebuah tempat elok yang menjadi salah satu jujugan destinasi wisata lokal di kecamatan pudak.

Cita-cita dan harapan ke depan WSL diharapkan menjadi salah satu destinasi wisata yang besar. Maka dalam pengelolaan dan pengembangan pemerintah desa mempercayakannya kepada unit pengelola wisata desa di bawah naungan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) LOHJINAWI Desa Bareng. Kreatifitas dan semangat pemuda desa bareng menjadi tumpuan utama kesuksesan pengelolaan wisata tersebut.

Penulis : Aldy Pradhana